Jumat, 5 Juni 2026

Kesehatan

Beda Olahraga, Beda Cedera, Kenali Batas Nyeri Tubuh Agar Terhindar dari Risiko Serius

Olahraga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, tetapi tetap memiliki risiko cedera jika dilakukan tanpa persiapan dan teknik

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
OLAHRAGA - Olahraga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, tetapi tetap memiliki risiko cedera jika dilakukan tanpa persiapan dan teknik yang tepat. Foto ilustrasi dibuat menggunakan Chat GPT. 

Ringkasan Berita:
  • Setiap jenis olahraga memiliki risiko cedera yang berbeda. 
  • Nyeri otot setelah berolahraga merupakan hal yang normal, tetapi rasa sakit yang bertahan selama beberapa hari dan terus dipaksakan harus diwaspadai sebagai tanda cedera.
  • Faktor anatomi tubuh turut memengaruhi risiko cedera; pria lebih rentan cedera punggung akibat angkat beban, sedangkan perempuan memiliki risiko cedera ACL yang lebih tinggi.
 
 

SERAMBINEWS.COM - Olahraga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, tetapi tetap memiliki risiko cedera jika dilakukan tanpa persiapan dan teknik yang tepat. 

Setiap jenis olahraga memiliki karakteristik cedera yang berbeda, mulai dari cedera otot dan tendon pada olahraga ketahanan hingga cedera lutut dan bahu pada olahraga beregu.

Olahraga tarung profesional justru memiliki tingkat cedera berat yang relatif terkendali karena pengawasan yang ketat.

Mengenali batas kemampuan tubuh menjadi langkah penting untuk mencegah cedera yang lebih serius.

Nyeri otot setelah berolahraga memang normal, terutama bagi pemula, tetapi rasa sakit yang berlangsung lama tidak boleh diabaikan.

Memaksakan diri berlatih saat tubuh memberikan sinyal cedera dapat memperburuk kondisi kesehatan.

Baca juga: Diva Azahra, Siswa SDN 1 Langsa Raih Juara 1 Cabor Atletik O2SN Tingkat Kota Langsa 2026

Faktor anatomi dan jenis kelamin juga memengaruhi tingkat kerentanan terhadap cedera tertentu.

Dengan memahami risiko dan tanda-tanda cedera, masyarakat dapat berolahraga dengan lebih aman dan optimal.

Konsultan Senior Ahli Bedah Ortopedi di Mount Elizabeth Hospitals Singapura, dr. Alan Cheung, menjelaskan bahwa setiap jenis olahraga memiliki pola cedera yang berbeda sesuai dengan dampaknya terhadap anatomi tubuh manusia.

Menurutnya, olahraga yang berfokus pada ketahanan fisik (endurance) umumnya menyebabkan gangguan pada otot, tulang, dan ligamen di area tungkai.

Cedera yang sering terjadi antara lain shin splints atau peradangan tulang yang menimbulkan rasa nyeri, serta peradangan tendon di sekitar lutut akibat gerakan berulang.

Sementara itu, pada olahraga tarung atau combat sports, tingkat cedera berat relatif lebih terkendali karena adanya regulasi ketat dan pengawasan wasit yang dapat menghentikan pertandingan sebelum atlet mengalami cedera serius.

Baca juga: Benarkah Durian Bikin Kolesterol Melonjak? Pakar IPB Ungkap Faktanya

Cedera yang umum terjadi meliputi gegar otak, patah tulang, dan memar.

Risiko cedera yang lebih berat justru banyak ditemukan pada olahraga beregu dengan kontak fisik tinggi di lapangan terbuka.

Salah satu cedera yang sering terjadi adalah robeknya anterior cruciate ligament (ACL), yaitu ligamen penting pada lutut yang berfungsi menjaga stabilitas pergerakan kaki.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved