Rabu, 8 April 2026

Opini

Olahraga Sebagai Alternatif Sehat Cegah Risiko Obesitas

Penyebab utama obesitas meliputi asupan kalori berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, faktor genetik, serta gangguan meta

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS
Nursyima S Tr Kes, Mahasiswa Magister Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala 

Oleh: Nursyima STr Kes

MENURUT Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obesitas adalah kondisi akumulasi lemak tubuh yang berlebihan atau abnormal, yang dapat membahayakan kesehatan. WHO mendefinisikan obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu perhitungan dari berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Seseorang dianggap obesitas jika IMT ≥ 30.

Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan (Riskesdas), prevalensi obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat dari 10,5 persen pada 2007 menjadi 21,8 % pada 2018, mencerminkan kebutuhan mendesak untuk intervensi melalui aktivitas fisik dan pola makan sehat.

Penyebab utama obesitas meliputi asupan kalori berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, faktor genetik, serta gangguan metabolisme. Dalam situasi modern, gaya hidup yang serba praktis juga berkontribusi besar terhadap meningkatnya angka obesitas.

Kebiasaan seperti duduk terlalu lama di depan layar komputer atau televisi, mengandalkan transportasi kendaraan bermotor, hingga mengonsumsi makanan cepat saji menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Dengan berbagai kemudahan akses dari berbagai hal membuat seseorang mulai terbiasa untuk tidak bergerak dan melakukan aktivitas yang memicu pembakaran kalori.  

Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang dilakukan secara terencana dan terstruktur dengan tujuan untuk meningkatkan atau menjaga kebugaran tubuh, kesehatan fisik, dan mental. Olahraga melibatkan gerakan tubuh yang beragam, mulai dari latihan ringan hingga aktivitas intens, yang bertujuan untuk melatih otot, meningkatkan fungsi jantung, memperkuat tulang, serta meningkatkan stamina dan fleksibilitas, sebagai alternatif untuk mencegah risiko terjadinya obesitas dan upaya untuk mereka yang sudah memiliki riwayat obesitas .Berikut adalah beberapa manfaat utama olahraga dalam mencegah obesitas.

Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) tahun 2023 juga menunjukkan rendahnya tingkat kebugaran jasmani masyarakat Indonesia. Hanya sekitar 6,79 % anak-anak dan 5,04 % pemuda memiliki tingkat kebugaran baik. Hal ini menjadi perhatian utama dalam upaya peningkatan pendidikan olahraga, dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan produktivitas bangsa.

Padahal olahraga sangat banyak manfaat nya, dan obesitas adalah salah satunya masalah kesehatan yang dapat dicegah dengan melakukan olahraga atau aktifitas fisik. Obesitas bukan hanya masalah estetika, tetapi juga merupakan masalah kesehatan serius yang dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung dan stroke, diabetes tipe 2 akibat resistensi insulin, gangguan pernapasan misalnya sleep apnea masalah sendi, juga berakibat terjadinya osteoarthritis karena beban tubuh yang berlebihan, dan beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, usus besar, dan rahim. Adapun manfaat olahraga untuk mencegah terjadinya risiko obesitas dan permasalah kesehatan lainya yang muncul akibat obesitas yaitu :
Meningkatkan Pembakaran Kalori

Salah satu cara utama untuk mencegah obesitas adalah menjaga keseimbangan energi dalam tubuh, yaitu jumlah kalori yang masuk harus seimbang atau lebih kecil daripada kalori yang dibakar. Olahraga membantu membakar kalori secara signifikan, sehingga kelebihan energi dari makanan tidak disimpan dalam tubuh sebagai lemak. Aktivitas fisik seperti berlari, bersepeda, berenang, atau bahkan berjalan kaki dapat menjadi cara yang efektif untuk membakar kalori.
Memperbaiki Metabolisme Tubuh

Metabolisme adalah proses tubuh dalam mengubah makanan menjadi energi. Olahraga, terutama latihan kekuatan seperti angkat beban, dapat meningkatkan metabolisme basal tubuh. Hal ini berarti tubuh tetap membakar kalori bahkan saat sedang istirahat. Dengan metabolisme yang baik, risiko penumpukan lemak dalam tubuh dapat diminimalkan.

Menjaga Keseimbangan Hormon

Obesitas sering kali berkaitan dengan gangguan hormon, seperti resistensi insulin atau peningkatan hormon stres (kortisol). Olahraga membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tubuh lebih efisien dalam mengatur kadar gula darah.

Mengurangi Lemak Visceral

Lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam tubuh, adalah salah satu penyebab utama berbagai penyakit kronis. Olahraga, terutama latihan kardio, terbukti efektif dalam mengurangi lemak visceral, sehingga tidak hanya membantu menurunkan berat badan tetapi juga meningkatkan kesehatan organ tubuh.

Meningkatkan Kesehatan Mental

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved