Rabu, 3 Juni 2026

Ramdhan 2026

Puasa, Dianjurkan Makan Sahur, Simak Manfaat dari Kesehatan dan Amalan Rasulullah SAW

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa Rasulullah Saw menegaskan ada keberkahan di dalam sahur, salah satunya tercukupinya

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/AI
Ilustrasi makan sahur - Ilustrasi dua perempuan menikmati makan sahur sebelum menunaikan puasa. 

Istilah “benang putih dan benang hitam” adalah perumpamaan yang menggambarkan jelasnya perbedaan antara cahaya fajar dan gelapnya malam.

Ayat ini menunjukkan bahwa sahur bukan hanya dianjurkan, tetapi juga memiliki batas waktu yang tegas, sehingga umat Islam tidak perlu ragu selama fajar belum terbit.

4. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
“Bersahurlah kamu sekalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi landasan utama anjuran sahur dalam Islam. Rasulullah SAW secara tegas memerintahkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan yang luas, baik secara fisik maupun spiritual.

Keberkahan sahur mencakup kekuatan tubuh untuk berpuasa, ketenangan batin, serta pahala karena mengikuti sunah Nabi. Karena itu, sahur tidak dipandang sebagai kebiasaan biasa, melainkan bagian dari ibadah puasa itu sendiri.

5. Hadis Riwayat Ahmad
“Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun salah seorang dari kalian hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur." (HR. Ahmad)

Hadis ini menegaskan bahwa sahur tidak harus dengan makanan berat atau mewah. Bahkan seteguk air pun sudah cukup untuk mendapatkan keutamaan sahur, selama diniatkan sebagai ibadah.

Menariknya, hadis ini juga menyebutkan bahwa Allah SWT dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang bersahur. Ini menunjukkan betapa mulianya amalan sahur di sisi Allah, meskipun dilakukan dengan cara yang sangat sederhana.

6. Hadis Riwayat Muslim
“Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)

Hadis ini menempatkan sahur sebagai ciri khas dan identitas puasa umat Islam. 

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sahur menjadi pembeda antara puasa kaum muslimin dan puasa umat terdahulu, seperti Yahudi dan Nasrani.

7. Hadis Riwayat Bukhari
“Aku makan sahur bersama keluargaku, kemudian aku segera bergegas menuju masjid agar aku bisa bersujud (pada rakaat pertama shalat Subuh) bersama Rasulullah SAW.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menggambarkan praktik sahur yang dilakukan para sahabat Nabi.

Mereka makan sahur dalam waktu yang cukup dekat dengan Subuh, namun tetap memungkinkan untuk bersiap menunaikan shalat berjamaah tepat waktu.

Dari hadis ini, para ulama menyimpulkan bahwa mengakhirkan sahur (selama belum masuk waktu fajar) adalah sunah. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved