Selasa, 21 April 2026

Tips Keluarga Harmonis

Anda Suka Kirim Reels ke Pasangan? dr Aisah Dahlan: Boleh Tapi Harus Main Cantik, Begini Caranya!

Tenang, kamu tidak sendirian. Fenomena saling mengirim video pendek kini sedang marak di kalangan pasangan suami istri.

|
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
dr Aisah Dahlan - dr Aisah Dahlan saat menjelaskan fenomena pasangan yang saling mengirim video pendek atau reels sebagai bentuk komunikasi digital dalam podcast Denny Sumargo yang tayang baru-baru ini. 

“Kadang suami lagi pengin santai, terus kita bilang ‘Mas, dengerin aku,’ bisa jadi malah marah. Tapi kalau dikirim lewat WA, dia baca dalam kondisi rileks, malah lebih masuk,” tuturnya.

dr Aisah bahkan mengaku, ia sendiri kerap menulis pesan lewat WhatsApp untuk menyampaikan sesuatu yang sulit diucapkan langsung.

“Saya sering juga ungkapkan perasaan ke suami lewat WA. Malah suami lebih senang baca itu, daripada dengar saya langsung,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca juga: 5 Cara Hadapi Mertua yang Mulutnya Tajam & Suka Ngatur, dr Aisah Dahlan: No 3 Bikin Hati Auto Tenang

Selain itu, dr Aisah juga menegaskan, yang dimaksud dengan “main cantik” adalah menyampaikan pesan tanpa menyalahkan atau menyerang pasangan.

Menurutnya, banyak orang berniat menasihati pasangan dengan cara kirim video pendek, tapi karena caranya kurang tepat, pesan baik itu justru terdengar seperti tuduhan.

“Main cantik itu jangan pakai kalimat yang menyalahkan. Kadang tone-nya saja sudah bikin tidak enak didengar, seperti "makanya". Padahal maksudnya mau menasihati, tapi kalau penyampaiannya salah, bisa menyinggung,” ujar dr Aisah.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik bukan tentang siapa yang paling benar, melainkan bagaimana pesan bisa diterima dengan hati yang tenang.

Karena itu, penting bagi pasangan untuk memilih waktu, nada, dan cara bicara yang tepat, termasuk ketika menyampaikan pesan lewat video pendek atau chat di media sosial.

Meski komunikasi digital semakin populer, dr Aisah mengingatkan agar pasangan tidak kehilangan momen berbicara langsung.

“Zaman dulu orang kirim surat, sekarang medianya gawai. Enggak apa-apa juga. Tapi idealnya, tetap paling asik itu ngobrol langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, kirim video atau chat bisa jadi pilihan ketika salah satu pihak sedang lelah atau butuh ruang.

Namun jika keduanya sedang dalam kondisi “fit”, bertemu langsung dan berbicara tetap menjadi cara paling sehat.

dr Aisah menegaskan, setiap pasangan punya gaya komunikasi masing-masing.
Yang penting bukan medianya, melainkan niat dan cara menyampaikannya.

“Semua itu boleh dipakai, yang penting tahu kapan waktunya. Kadang bisa ngomong langsung, kadang lewat chat, kadang lewat video. Asal pakai perasaan,” pungkasnya.

(Serambinews.com/Firdha)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved