Banjir Landa Aceh
Bireuen Lumpuh Dikepung Banjir, Listrik Padam, PDAM Mati dan Jaringan HP Putus
Kota Bireuen gelap gulita dan baru pada Kamis (27/11/2025) dini hari listrik menyala itupun sebagian,
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Intensitas curah hujan tinggi mengakibatkan kondisi kota Bireuen belum kondusif. Aktivitas masyarakat masih lumpuh ditambah lagi listrik dan PDAM mati total, Sabtu (29/11/2025).
Hujan terus mengguyur Kabupaten Bireuen selama enam hari berturut-turut yang mengakibatkan terjadi banjir luapan dan banjir bandang melanda hampir sejumlah kecamatan dari Gandapura sampai Samalanga mulai Selasa hingga Rabu (25-26/11/2025).
Selain membanjiri rumah masyarakat, juga lahan pertanian, luapan banjir dari irigasi dan sungai itu membuat jalan Medan-Banda Aceh, Banda Aceh - Medan, Bireuen - Takengon, juga jalan di jantung Kota Bireuen telah lumpuh total akibat terendam banjir tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.
Selain dikepung banjir, jaringan listrik juga padam, PDAM mati dan jaringan Hp putus.
Kota Bireuen gelap gulita dan baru pada Kamis (27/11/2025) dini hari listrik menyala itupun sebagian, sedangkan PDAM hingga Jumat (28/11/2025) malam masih putus.
Sementara jaringan telepon baru terkoneksi pukul 22.35 WIB, Jumat (27/11/2025).
Keterangan diperoleh dan himpun dari personel gabungan TNI-Polisi, RAPI, petugas Dinsos, Pos SAR Bireuen, petugas pemadam Pos Simpang Mamplam, para Camat serta mitra kerja, juga dari Grup IBA Lintas Sektor, Infokom SAR Bireuen, Pos Pemadam Kebakaran Simpang Mamplam dan
PLN Bireuen Menyapa, serta warga secara umum menyebutkan, ekses banjir luapan dengan ketinggian mencapai 1 meter bahkan nyaris ke atap rumah.
Banyak warga terjebak dalam rumah dan di lokasi lebih tinggi karena tidak bisa keluar membutuhkan bantuan evakuasi pakai rubber boat.
Untuk membantu evakuasi warga, petugas gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pos SAR Bireuen mengerahkan dua unit rubber boat dan sejumlah personil dibantu perahu Arung Jeram dari tim Bentang Adventure.
Dalam waktu bersamaan di kecamatan wilayah tengah, timur juga wilayah barat mulai Peulimbang, Jeunieb, Pandrah, Simpang Mamplam Samalanga dilanda banjir
menggenangi jalan utama dan pemukiman.
Camat Samalanga Muhammad Rizal dalam grup WhatsApp mengatakan titik pengungsian warga Samalanga yang terdampak banjir yaitu Masjid Al Falah Namploh, Puskesmas, Masjid Kuta
Blang, Gedung Serbaguna, terminal, dan Gampong Baro.
Di wilayah selatan juga diinformasikan yaitu Kecamatan Juli, banjir luapan Krueng Peusangan mengakibatkan putusnya dua unit jembatan yaitu jembatan Gantung Kubang Itam dan Jembatan Gantung Simpang Mulia, dan putusnya akses jalan.
Safrizal juga komisioner KIP Bireuen juga mengatakan bahwa ekses guyuran hujan aliran Krueng Simpo meluap ke pemukiman warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/eva-korb-brn.jpg)