Banjir Landa Aceh
RTIK Aceh Serukan Keakuratan Informasi di Tengah Banjir
RTIK Aceh meminta masyarakat tetap waspada dan hanya menyebarkan informasi yang valid, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan demi mencegah
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Warga diimbau tidak membagikan informasi yang belum diverifikasi, menghindari publikasi foto atau video lama yang tidak terkait dengan kejadian saat ini, dan selalu merujuk pada sumber resmi seperti pemerintah daerah, BPBD, operator telekomunikasi, atau relawan yang berwenang.
Penyebaran informasi palsu atau tidak akurat, sebutnya, dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan, menghambat proses evakuasi, dan mengganggu koordinasi penanganan bencana di lapangan.
Adi Khairi menegaskan bahwa solidaritas merupakan kekuatan terbesar dalam menghadapi bencana. Kepedulian antar warga, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk mempercepat pemulihan dan memastikan keselamatan bersama.
“RTIK Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembaruan terkait kondisi jaringan komunikasi dan situasi di lapangan, berdasarkan laporan resmi dari berbagai titik pemantauan,” pungkasnya. (*)
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas |
|
|---|
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Adi-Khairi-soal-informasi.jpg)