Rabu, 22 April 2026

Banjir Aceh Timur

BREAKING NEWS - Aceh Timur Lumpuh Total, Warga Terisolir, Krisis Makanan dan Putus Komunikasi

Kabupaten Aceh Timur Lumpuh Total setelah dikepung banjir yang merusak banyak bangunan dan merendam 17 Kecamatan yang memaksa

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Maulidi Alfata
SITUASI TERKINI - Situasi kota Idi dikepung banjir bandang, simpang empat lampu merah ljmpuh hingga 3 hari, akibat tergenang banjir, Minggu (30/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Tak hanya itu kondisi diperparah oleh padamnya listrik dan tidak ada akses sinyal internet dan telpon membuat masyarakat terputus komunikasi sesama dan dunia luar. Beberapa daerah terisolir.
  • Pantauan watawan Serambi Indonesia Maulid Alfata, banjir bandang yang melanda Aceh Timur merusak semua pertokoan Idi Rayeuk hingga jalan raya. 
  • Arus deras yang mengalir meghantam semua bangunan dan seisinya di Idi Rayeuk. 

 

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kabupaten Aceh Timur Lumpuh Total setelah dikepung banjir yang merusak banyak bangunan dan merendam 17 Kecamatan yang memaksa ribuan warga mengungsi. 

Tak hanya itu kondisi diperparah oleh padamnya listrik dan tidak ada akses sinyal internet dan telpon membuat masyarakat terputus komunikasi sesama dan dunia luar. Beberapa daerah terisolir.

Pantauan watawan Serambi Indonesia Maulid Alfata, banjir bandang yang melanda Aceh Timur merusak semua pertokoan Idi Rayeuk hingga jalan raya. 

Arus deras yang mengalir meghantam semua bangunan dan seisinya di Idi Rayeuk. 

Akibatnya masyarakat banyak mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah. 

Tak hanya itu akibat arus deras di simpang empat Kota Idi Rayeuk dan juga di Peureulak Kota, akses transportasi menjadi lumpuh.

Baca juga: Medco E&P Malaka Turun Tangan Bantu Korban Banjir Aceh Timur

Banyak kendaraan lintas kabupaten  seperti truk barang hingga mobil pribadi terpaksa berhenti dan menunggu banjir surut.

Akses lalu lintas nasional saat ini masih lumpuh mulai dari Peureulak, Idi Rayeuk hingga Simpang Ulim, terputus karena banjir.

Hal ini membuat bantuan dan pertolongan lainnya sulit masuk ke Aceh Timur. 

Salah satu pengemudi truk Sulaiman, yang hendak membawa barang ke Banda Aceh, mengatakan ia sudah terjebak di Aceh Timur selama dua malam,

Malam pertama di Peureulak dan malam kedua di Kota Idi. Sulaiman tidak berani mengambil resiko menyeberang arus deras banjir, karena ia membawa barang berupa tekstil, jika basah maka akan berakibat fatal. 

"Meskipun truk kontainer tapi kalau airnya tinggi bakalan tetap masuk kedalam kontainer, jadi saya tunggu aja sampe banjir surut, dan sudah dua malam saya terjebak di Aceh Timur," paparnya. 


Sementara itu, Reza Pengemudi mobil barang yang mengangkut beras juga menyampaikan hal serupa. 

Ia takut jika menyebrang akan terseret arus, dan mengalami kerugian besar bila beras yang ia bawa basah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved