Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

Banjir di Aceh Utara Gerus 17 Titik Tanggul Krueng Pase, Termasuk Dinding Pelimpah Bendung & Embung

Aliran Krueng Pase dan Krueng Keureuto tercatat sebagai lokasi dengan kerusakan terberat, sebagian besar tanggul jebol atau dalam kondisi kritis. 

Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
TERJUN LANGSUNG - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil SE MM, terjun langsung ke lokasi banjir di sejumlah kecamatan Aceh Utara untuk membantu mengevakuasi warga baru-baru ini. Foto Dok Pemkab Aceh Utara 

Ringkasan Berita:
  • Banjir besar 25–28 November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada puluhan tanggul di Aceh Utara, terutama di Krueng Pase dan Krueng Keureuto.
  • Robohnya tanggul memicu banjir bandang di Samudera, Syamtalira Aron, Geudong, Lhoksukon, Tanah Luas, dan sekitarnya; juga merusak embung, tebing sungai, serta menenggelamkan ribuan rumah.
  • Warga mendesak perbaikan segera karena ancaman banjir ulang sangat tinggi. Pemkab telah menetapkan tanggap darurat dan diminta mempercepat pengerahan alat berat.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 25–28 November 2025 memicu kerusakan parah di puluhan titik tanggul sejumlah sungai.

Informasi tersebut diperoleh Serambinews.com, Sabtu (29/11/2205), dari  Daftar Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Sumber Daya Air yang dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara.

Aliran Krueng Pase dan Krueng Keureuto tercatat sebagai lokasi dengan kerusakan terberat, sebagian besar tanggul jebol atau dalam kondisi kritis. 

Kerusakan paling masif terjadi di sepanjang sungai Krueng Pase, khususnya di Kecamatan Syamtalira Aron dan Samudera.

Data pemerintah menunjukkan 17 titik tanggul mengalami jebol total atau masuk kategori rusak berat.

Beberapa lokasi kerusakan antara lain kawasan Desa Teupin Jok, Kecamatan Syamtalira Aron dengan kerusakan tanggul 100 meter (rusak berat).

Baca juga: Bulog Salurkan Bantuan Beras 1.245,2 Ton ke Korban Banjir Sumatera dan Aceh

Kemudian di Desa Teungoh, Kecamatan Syamtalira Aron, kerusakan 200 meter tanggul jebol (rusak berat).

Desa Mesjid dan Pante, Kecamatan Syamtalira Aron – tanggul kritis (rusak berat). Kemudian di Mancang dan Meucat, Kecamatan Samudera mencapai 200–300 meter tanggul kritis (rusak berat).

Selanjutnya, Desa Teupin Beulangan, Paya Terbang, Kitou, Tanjong Mesjid, Tanjong Hagu, Tanjong Awe Kecamatan Samudera dan Meurah Mulia rata-rata mencapai 100–200 meter tanggul jebol atau rusak berat

Robohnya tanggul-tanggul ini menjadi salah satu penyebab utama banjir bandang yang menerjang Samudera, Geudong, Syamtalira Aron, dan kawasan sekitarnya.

Selain Krueng Pase, sungai Krueng Keureuto yang mengalir melalui Tanah Luas, Lhoksukon, Tanah Pasir, dan Lapang juga mengalami kerusakan sangat parah.

Titik yang terdampak meliputi Desa Geumata, Lhoksukon kerusakan 100 meter tanggul jebol (rusak berat).

Baca juga: VIDEO - Menhan, Panglima TNI, dan Titiek Soeharto Ikut Turun Langsung Distribusi Logistik di Aceh

Lalu di Desa Serba Jaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas dengan kondisi tanggul kritis (rusak berat).

Lalu di Desa Alue Drien, Mancang, Merbo Jurong dengan kondisi tanggul kritis (rusak berat_.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved