Banjir Abdya
Polres Abdya Imbau Masyarakat jangan Panik, Stok BBM Mencukupi
Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan pengecekan dan pendataan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tiga Stasiun
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Pengecekan ini juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya indikasi kelangkaan BBM bersubsidi.
- Langkah ini penting dilakukan agar pendistribusian tetap aman, terkendali, dan tidak terjadi penumpukan permintaan di tengah situasi darurat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan pengecekan dan pendataan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam wilayah kabupaten setempat.
Pengecekan yang dilakukan pada, Sabtu (29/11/2025) itu sebagai upaya mencegah potensi kelangkaan BBM di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat kondisi bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto melalui Kasat Reskrim Iptu Wahyudi menyampaikan, pengecekan ini juga dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran serta tidak terjadi penyalahgunaan penyaluran, terutama saat sebagian wilayah Aceh sedang menghadapi bencana.
“Pengecekan ini juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya indikasi kelangkaan BBM bersubsidi. Langkah ini penting dilakukan agar pendistribusian tetap aman, terkendali, dan tidak terjadi penumpukan permintaan di tengah situasi darurat,” kata Wahyudi, Sabtu (29/11/2025).
Hasil pengecekan, sebut Wahyudi, menunjukkan bahwa secara umum stok BBM bersubsidi di wilayah Abdya masih mencukupi.
Baca juga: Dampak Banjir Abdya, 20 Hektare Lahan Sawah Milik Petani Rusak Parah
Namun, kata Wahyudi, adanya potensi kekosongan stok khusus BBM jenis solar pada hari Minggu dan Senin karena kuota pasokan dari Pertamina tidak masuk pada hari tersebut.
“Biasanya kekosongan terjadi pada hari Minggu dan Senin, terutama pada pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, karena suplai belum masuk,” tambahnya.
Adapun SPBU yang dicek, ucap Wahyudi, yaitu SPBU PT Haji Ruslan di Gampong Kede Paya, Kecamatan Blangpidie.
Berdasarkan data, pada Senin hingga Sabtu SPBU ini mendapat pasokan Pertalite sebanyak 16 ton, Bio Solar 8 ton. Untuk hari Minggu nihil. Sedangkan Pertamax sebanyak 8 ton per minggu, dan Dexlite 8 ton per dua bulan.
Sementara stok darurat, kata Wahyudi juga tersedia, yaitu Bio Solar 14.000 liter, Pertalite 3.214 liter, Pertamax 3.165 liter, dan Dexlite 5.000 liter.
Di SPBU CV Abdullah Kapal Layar di Gampong Pantai Perak, Kecamatan Susoh, sebut Wahyudi, Senin hingga Sabtu mendapat pasokan Pertalite 16 ton per hari, Bio Solar 8 ton per hari. Untuk hari Minggu nihil.
Kemudian, tambahnya, Pertamax 4 ton per bulan, Dexlite 8 sampai 10 ton per tiga bulan.
Untuk stok darurat Bio Solar 8.000 liter, Pertalite 8.000 liter, dan Dexlite 8.000 liter.
Sementara di SPBU PT Sudima Jaya Abadi di Gampong Pante Cermin, Kecamatan Babahrot, kata Wahyudi, stok BBM pada Senin sampai Sabtu jenis Pertalite 8 sampai 16 ton per hari, Bio Solar 8 ton per hari. Minggu nihil.
Kemudian, Pertamax 30 hingga 40 ton per bulan dan Dexlite 8 hingga 10 ton per tiga bulan.
Untuk stok darurat tersedia Bio Solar 8.000 ton, Pertalite 14.000 ton, dan Pertamax 8.000 ton.
"Di SPBU Babahrot yang ada kendalanya, yaitu genset dalam masa perbaikan. Kita juga sudah meminta agar genset ini segera di perbaiki, sehingga penyaluran BBM kepada masyarakat dapat terpenuhi," ucapnya.
Wahyudi menegaskan bahwa Polres Abdya akan terus memantau distribusi BBM, terutama selama bencana banjir masih berlangsung.
Dengan adanya pengecekan rutin, pihaknya berharap tidak terjadi antrian panjang di SPBU maupun aksi penimbunan minyak yang dapat merugikan masyarakat.
“Kami siap menindak pelanggaran di lapangan jika ditemukan upaya penimbunan atau penyimpangan distribusi BBM bersubsidi. Ini demi menjaga stabilitas pasokan dan kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Wahyudi menyebutkan, hingga saat ini stok BBM di Abdya masih mencukupi.
Terkait adanya antrian panjang di SPBU, kata Wahyudi, karena masyarakat membeli BBM sekaligus dengan alasan BBM cepat habis. Padahal, pengiriman BBM ke Abdya tidak mengalami kendala signifikan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik, BBM di Abdya mencukupi. Kami menyarankan agar masyarakat tetap melakukan pembelian secara normal, tidak boleh ada yang beli dengan jumlah banyak sekaligus. Mari kita doakan agar saudara kita yang ditimpa musibah diberikan keselamatan, dan kondisi ini cepat pulih," pungkas Wahyudi. (*)
| Dampak Banjir Abdya, Selain Rendam Ratusan Rumah Warga Juga Rusak Sejumlah Fasilitas Publik Lainnya |
|
|---|
| Personel Polres Abdya Evakuasi Ibu-ibu dari Lokasi Banjir |
|
|---|
| Pj Bupati Abdya Tinjau Langsung Kerusakan Akibat Banjir di Desa Mesjid |
|
|---|
| Hujan Lebat, Sejumlah Desa di Empat Kecamatan di Abdya Tergenang, Jembatan Gampong Suka Damai Putus |
|
|---|
| Banjir Luapan di Aceh Barat Daya, Blangpidie dan Susoh Tergenang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/stok-bbm-9ij.jpg)