Rabu, 15 April 2026

Banjir Abdya

Polres Abdya Imbau Masyarakat jangan Panik, Stok BBM Mencukupi

Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan pengecekan dan pendataan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tiga Stasiun

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/HO
KETERSEDIAAN BBM - Kasat Reskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) Iptu Wahyudi mengecek langsung ketersediaan BBM di SPBU Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (29/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pengecekan ini juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya indikasi kelangkaan BBM bersubsidi. 
  • Langkah ini penting dilakukan agar pendistribusian tetap aman, terkendali, dan tidak terjadi penumpukan permintaan di tengah situasi darurat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan pengecekan dan pendataan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam wilayah kabupaten setempat.

Pengecekan yang dilakukan pada, Sabtu (29/11/2025) itu sebagai upaya mencegah potensi kelangkaan BBM di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat kondisi bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto melalui Kasat Reskrim Iptu Wahyudi menyampaikan, pengecekan ini juga dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran serta tidak terjadi penyalahgunaan penyaluran, terutama saat sebagian wilayah Aceh sedang menghadapi bencana.

“Pengecekan ini juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya indikasi kelangkaan BBM bersubsidi. Langkah ini penting dilakukan agar pendistribusian tetap aman, terkendali, dan tidak terjadi penumpukan permintaan di tengah situasi darurat,” kata Wahyudi, Sabtu (29/11/2025).

Hasil pengecekan, sebut Wahyudi, menunjukkan bahwa secara umum stok BBM bersubsidi di wilayah Abdya masih mencukupi. 

Baca juga: Dampak Banjir Abdya, 20 Hektare Lahan Sawah Milik Petani Rusak Parah

Namun, kata Wahyudi, adanya potensi kekosongan stok khusus BBM jenis solar pada hari Minggu dan Senin karena kuota pasokan dari Pertamina tidak masuk pada hari tersebut.

“Biasanya kekosongan terjadi pada hari Minggu dan Senin, terutama pada pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, karena suplai belum masuk,” tambahnya.

Adapun SPBU yang dicek, ucap Wahyudi, yaitu SPBU PT Haji Ruslan di Gampong Kede Paya, Kecamatan Blangpidie. 

Berdasarkan data, pada Senin hingga Sabtu SPBU ini mendapat pasokan Pertalite sebanyak 16 ton, Bio Solar 8 ton. Untuk hari Minggu nihil. Sedangkan Pertamax sebanyak 8 ton per minggu, dan Dexlite 8 ton per dua bulan.

Sementara stok darurat, kata Wahyudi juga tersedia, yaitu Bio Solar 14.000 liter, Pertalite 3.214 liter, Pertamax 3.165 liter, dan Dexlite 5.000 liter.

Di SPBU CV Abdullah Kapal Layar di Gampong Pantai Perak, Kecamatan Susoh, sebut Wahyudi, Senin hingga Sabtu mendapat pasokan Pertalite 16 ton per hari, Bio Solar 8 ton per hari. Untuk hari Minggu nihil.

Kemudian, tambahnya, Pertamax 4 ton per bulan, Dexlite 8 sampai 10 ton per tiga bulan.
Untuk stok darurat Bio Solar 8.000 liter, Pertalite 8.000 liter, dan Dexlite 8.000 liter.

Sementara di SPBU PT Sudima Jaya Abadi di Gampong Pante Cermin, Kecamatan Babahrot, kata Wahyudi, stok BBM pada Senin sampai Sabtu jenis Pertalite 8 sampai 16 ton per hari, Bio Solar 8 ton per hari. Minggu nihil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved