Banjir Landa Aceh
Pascabanjir di Kota Langsa, Warga Mulai Sulit Dapatkan Air Bersih
Saat ini sebagian masyarakat memanfaatkan air bersih dari daerah Lengkong dengan membelinya menggunakan jeuriken.
Penulis: Zubir | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Pasca air banjir surut sejak Kamis (26/11/2025), masyarakat Kota Langsa mulai sulit mendapatkan air bersih.
- Sementara jaringan air bersih PDAM setempat belum bisa difungsikan, selain listrik belum normal mesin Perumda Air Minum Tirta Keumuning Mangsa juga terendam air banjir dan lumpur.
- Parahnya lagi, persediaan air minum isi ulang di Depot-depot belum bisa difungsikan akibat aliran listrik belum nyala total
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir / Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Pasca air banjir surut sejak Kamis (26/11/2025), masyarakat Kota Langsa mulai sulit mendapatkan air bersih.
Sementara jaringan air bersih PDAM setempat belum bisa difungsikan, selain listrik belum normal mesin Perumda Air Minum Tirta Keumuning Mangsa juga terendam air banjir dan lumpur.
Parahnya lagi, persediaan air minum isi ulang di Depot-depot belum bisa difungsikan akibat aliran listrik belum nyala total, hanya sebagian titik saja aliran listrik yang mulai dihidupkan PLN Sabtu (29/11/2025) ini.
Baca juga: Pemko Langsa Mulai Salurkan Bantuan Ke Korban Banjir Posko Sementara
Akibat ketiadaan pasokan air, masyarakat yang mulai kembali ke rumahnya sejak Kamis (26/11/2925) juga belum bisa membersihkan lumpur di rumahnya, juga untuk bersih-bersih lainnya.
Saat ini sebagian masyarakat memanfaatkan air bersih dari daerah Lengkong dengan membelinya menggunakan jeuriken.
Senagian depot air isinukang yang buka ksrena listrik telah menyala, diserbu masyarakat untuk memperoleh air minum dan masak di rumah mereka.
Sebelumnya dilaporkan, Akibat hujan tak henti-henti, wilayah Kota Langsa mengalami banjir dahsyat yang memuncak pada Selasa- Rabu (25-26/11/2025), sehingga aktivitas di daerah ini lumpuh total.
Puluhan ribu masyarakat harus meninggalkan rumah mereka mencari tempat perlindungan, karena ketinggian air berlumpur mencapai 1-3 meter.
Korban jiwa belum terdata, karena sejak Rabu (26/11/2025) jaringan internet hingga aliran listrik mati total sampai dengan Sabtu (29/11/2025) ini.
Fasilitas umum jalan hampir semua daerah terdampak banjir diperkirakan sekitar 90 persen wilayah ini rusak berat.
Begitu juga rumah-rumah warga rusak atau ambruk, dan semua rumah terendam bannjr dipenuhi lumpur hampir sejengkal jari tangan orang dewasa.
Banjir mulai surut memasuki Kamis (27/11/2025) pagi dan warga yang mengungsi mulai pulang, merema mengungsi di daerah tinggi baik rumah bertingkat, ruko bahkan di emperan toko.
Masyarakat bahkan ada yang harus nenahan lapar saat air memuncak, saat air mulai surut pada Kamis (27/11/2025) saat di kios warga mulai buka warga baru bisa membeli makanan ringan seperti roti, beras, dan lainnya.
Baca juga: Banjir Langsa Surut, Pelayanan Umum Masih Lumpuh, Korban Meninggal Belum Terdata
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
| Tinjau Aceh Tamiang, Safrizal ZA Kebut Realisasi Huntap Korban Bencana |
|
|---|
| Pemkab Nagan Sudah Usul Pembangunan Kembali 2 Sekolah Hancur Diterjang Banjir di Beutong Ateuh |
|
|---|
| Tim BNPB Data Lokasi Pembangunan Rumah Korban Banjir di Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kondisi-permukiman-warga-di-Langsa-menyisakan-lumpur-tebal-pasca-surutnya-air.jpg)