Senin, 8 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Blang Awe Pidie Jaya Porak Poranda Pasca Banjir Bandang

Selain lumpur, material sisa banjir seperti potongan kayu, batu, dan puing-puing lain turut memperparah kerusakan.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Rianza Alfandi
BANJIR MELANDA ACEH - Banjir bandang melanda Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Kondisi rumah warga pasca banjir bandang, 

Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang yang melanda Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, meninggalkan kerusakan parah pada pemukiman warga. 
  • Sejumlah rumah terlihat luluh lantak setelah diterjang arus deras yang membawa material lumpur dan reruntuhan dari hulu.
  • Kejadian ini membuat warga setempat terpukul karena sebagian besar kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, PIDIE JAYA – Banjir bandang yang melanda Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, meninggalkan kerusakan parah pada pemukiman warga. 

Pantauan wartawan Serambinews.com di lokasi, sejumlah rumah terlihat luluh lantak setelah diterjang arus deras yang membawa material lumpur dan reruntuhan dari hulu.

Kejadian ini membuat warga setempat terpukul karena sebagian besar kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.

Selain itu, endapan lumpur menutupi rumah-rumah warga dengan ketebalan mencapai 1 hingga 2 meter lebih.

Banyak bangunan tak lagi tampak bentuk aslinya karena tertimbun lumpur yang menyulitkan proses pembersihan maupun pencarian barang-barang yang masih tersisa. 

Selain lumpur, material sisa banjir seperti potongan kayu, batu, dan puing-puing lain turut memperparah kerusakan.

Beberapa rumah tampak roboh total karena hantaman material besar yang terbawa arus. 

Baca juga: Personel Polres Nagan Raya Bantu Bersihkan Lumpur Rumah Korban Banjir di Darul Makmur

Salah seorang warga, Taufik, menuturkan bahwa suara gemuruh dari arah sungai terdengar sebelum gelombang besar menyapu kawasan pemukiman.

Akibat bencana ini, banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman.

Mereka menumpang di rumah saudara, tetangga, hingga pos-pos pengungsian yang didirikan secara darurat oleh pemerintah gampong bersama relawan. 

Tidak sedikit keluarga yang mengungsi tanpa membawa apa pun karena rumah mereka hancur dan tertimbun lumpur.

Situasi di pengungsian pun masih jauh dari memadai. 

Para pengungsi mengaku mengalami kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, selimut, dan pakaian kering.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved