Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Warga Langsa Pulang Lewat Laut Bertambah, Bawa Sejumlah Bantuan, Termasuk Perangkat dari Telkom

Rombongan warga Langsa yang pulang lewat jalur laut, dengan menyewa boat nelayan, dari Banda Aceh, bertambah dari empat orang menjadi 9 orang

Tayang:
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
PULANG JALUR LAUT - Rombongan warga Langsa yang pulang lewat jalur laut, saat bersiap hendak berangkat di Dermaga Nelayan Uleelheue, Banda Aceh, Senin (30/11/2025) siang. Sebanyak 9 warga Langsa ini terpaksa pulang melalui jalur laut karena akses jalan darat ke Langsa dari Banda Aceh dan Medan putus total akibat bencana. 

Ringkasan Berita:Warga Langsa yang pulang lewat jalur laut, dengan menyewa boat nelayan, dari Banda Aceh, bertambah dari empat orang menjadi 9 orang
 
Boat yang membawa mereka bertolak dari dermaga nelayan di Uleelheue pada Senin (30/11/2025) sekira pukul 13.00 WIB.
 
Sebelumnya mereka sempat mencoba pulang melalui jalan darat, namun perjalanan mereka terhenti sesampai di Kutablang Bireuen, karena jembatan Kutablang putus total.

 

Laporan Wartawan Serambinews Zainal Arifin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Rombongan warga Langsa yang pulang lewat jalur laut, dengan menyewa boat nelayan, dari Banda Aceh, bertambah dari empat orang menjadi 9 orang.

“Alhamdulillah, awak Telkom diba perangkat u Aceh Timur dalam kapal yang kamoe sewa Bang (petugas Telkom membawa perangkat komunikasi ke Aceh Timur dengan kapal yang kami sewa),” tulis Peru, warga Matang Seulimeng Langsa yang ikut dalam rombongan itu. 

Peru mengatakan, boat yang membawa mereka bertolak dari dermaga nelayan di Uleelheue pada Senin (30/11/2025) sekira pukul 13.00 WIB. 

Baca juga: Akses Jalan Putus, Empat Warga Langsa Pulang Naik Boat dari Banda Aceh, Mau Ikut?

Bustami Husen (36), warga Gampong Jawa yang juga ikut dalam rombongan itu menambahkan, mereka juga membawa sejumlah bantuan logistik yang dikirim oleh beberapa warga asal Langsa di Banda Aceh, kepada keluarga mereka di Langsa. 

“Ada juga mahasiswa yang minta ikut pulang bersama kami,” ujar Bustami. 

Perjalanan Darat Terhenti di Bireuen

NAIK BOAT KE LANGSA - Empat warga Kota Langsa memilih jalur laut untuk pulang dari Banda Aceh. Foto direkam di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) malam. Mereka terpaksa harus menyewa boat seharga Rp 25 juta demi bertemu keluarga yang sudah hilang kontak sejak empat hari lalu.
NAIK BOAT KE LANGSA - Empat warga Kota Langsa memilih jalur laut untuk pulang dari Banda Aceh. Foto direkam di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025) malam. Mereka terpaksa harus menyewa boat seharga Rp 25 juta demi bertemu keluarga yang sudah hilang kontak sejak empat hari lalu. (Serambinews.com/Zainal Arifin M Nur)

Diberitakan sebelumnya, Peru (40) warga Matang Seulimeng dan Bustami Husen (36) warga Gampong Jawa, adalah dua dari empat warga Langsa yang memilih jalur laut untuk pulang dari Banda Aceh.

Dua lainnya adalah Diki Fernando (39), warga Birem Puntong dan Muhammad Mirza (48), warga Gampong Blang.

Baca juga: Akses Jalan Nasional Putus Total, Perjalanan Darat dari Banda Aceh hanya Bisa Sampai Bireuen

Mereka terpaksa harus menyewa boat seharga Rp 25 juta demi bertemu keluarga yang sudah hilang kontak sejak empat hari lalu.

Keempat warga Langsa itu sudah 3 hari terkatung-katung di Banda Aceh, setelah akses pulang ke Langsa terputus total.

PULANG JALUR LAUT - Rombongan warga Langsa yang pulang lewat jalur laut, saat bersiap hendak berangkat di Dermaga Nelayan Uleelheue, Banda Aceh, Senin (30/11/2025) siang. Sebanyak 9 warga Langsa ini terpaksa pulang melalui jalur laut karena akses jalan darat ke Langsa dari Banda Aceh dan Medan putus total akibat bencana.
PULANG JALUR LAUT - Rombongan warga Langsa yang pulang lewat jalur laut, saat bersiap hendak berangkat di Dermaga Nelayan Uleelheue, Banda Aceh, Senin (30/11/2025) siang. Sebanyak 9 warga Langsa ini terpaksa pulang melalui jalur laut karena akses jalan darat ke Langsa dari Banda Aceh dan Medan putus total akibat bencana. (Serambinews.com/HO)

Mereka sempat mencoba pulang melalui jalan darat, namun perjalanan mereka terhenti sesampai di Kutablang Bireuen, karena jembatan Kutablang putus total.

Jalur laut yang mahal terpaksa mereka tempuh setelah gagal mencoba melalui jalur darat.

Baca juga: Akses Jalan Lumpuh:Kisah Warga Terisolir, Gagal Pulang & Sulit Kontak Keluarga Korban Banjir Bireuen

"Kami berangkat dari Banda Aceh pada Rabu (26/11/2025) siang. Saat tiba di kawasan Luengputu Pidie Jaya air mengenangi jalan," ungkap Peru, kepada Serambinews.com, di Banda Aceh, Minggu (30/11/2025).

"Sampai di Meureudu jembatan putus sehingga kami dialihkan melalui jalan kampung, sampai ke Ulim kami dialihkan lagi ke jalan Nasional Banda Aceh - Medan," lanjutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved