Kamis, 11 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Panic Buying, BBM Aceh Tengah Ludes, Antrean Kendaraan Capai 3 Km, Operasional RSUD Terancam Lumpuh

Panic Buying, BBM Aceh Tengah Ludes Diserbu, Antrean Kendaraan Capai 3 Km, Operasional RSUD Terancam Lumpuh

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
ANTRE BBM - Antrean BBM terlihat hingga Simpang Empat Takengon yang berjarak lebih dari 1 KM dari SPBU Lemah, Minggu (30/11/2025). 

SERAMBINEWS.COM, ACEH TENGAH - Kondisi Kabupaten Aceh Tengah yang tengah menghadapi bencana hidrometeorologi kini diperparah dengan krisis energi akut menyusul aksi panic buying yang meluas. 

Situasi ini berdampak langsung pada terhambatnya upaya evakuasi korban dan terancamnya layanan vital di rumah sakit, Minggu (30/11/2025)

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan yang mengular hingga mencapai tiga kilometer di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut. 

Masyarakat berbondong-bondong menyerbu sisa stok BBM yang tersedia akibat kekhawatiran pasokan akan terhenti sepenuhnya menyusul putusnya akses jalur darat dari luar daerah.

Baca juga: Aceh Tengah Seperti Kota Hantu, Terisolir dan Tak Bisa Dijangkau, Warga Butuh Obat dan Tenaga Medis

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jauhari, menyatakan bahwa aksi panic buying ini telah memicu kekosongan total stok BBM untuk kebutuhan kritis.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tenang. Namun, perlu kami sampaikan bahwa akibat panic buying yang tak terkendali, stok Bahan Bakar Minyak untuk operasional genset evakuasi korban dan juga untuk kebutuhan operasional Rumah Sakit Umum Datu Beru (RSUD) kini telah habis total," jelas Jauhari.

Baca juga: Sudah 7 Hari Terisolasi, Aceh Tengah Terancam Krisis Pangan dalam 48 Jam ke Depan

Kekosongan BBM ini segera menimbulkan efek domino yang berbahaya. 

Unit-unit evakuasi yang mengandalkan generator listrik untuk operasional di daerah terisolir kini terhenti, memperlambat proses pencarian korban dan distribusi bantuan awal.

Pelayanan medis terancam

Sementara itu RSUD Datu Beru yang menjadi pusat penanganan medis bagi korban bencana, kini sangat rentan.

Terputusnya akses listrik di 14 kecamatan membuat rumah sakit harus bergantung penuh pada pasokan genset. 

Baca juga: Bener Meriah-Aceh Tengah Sudah Bisa Dilintasi

Dengan habisnya BBM, operasional medis kritis dan pelayanan pasien rawat inap terancam lumpuh dalam hitungan jam.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mendesak bantuan logistik BBM segera dikirimkan melalui jalur udara, mengingat jalur darat masih lumpuh total. 

Status darurat energi dan pangan kini menjadi prioritas utama untuk mencegah krisis kemanusiaan semakin meluas di wilayah terisolir.

Baca juga: Dampak Banjir Landa Aceh, Infrastruktur Hancur, Harga Barang Naik, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved