Minggu, 10 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Lintas Tengah Aceh Lumpuh! Ini Daftar 11 Jembatan Rusak & 8 Ruas Jalan Putus Usai Banjir Bandang

BPJN Aceh melaporkan sedikitnya 11 jembatan mengalami kerusakan, 8 ruas jalan putus total, dan 5 titik lainnya amblas.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
JEMBATAN PUTUS - Jembatan Ulee Jalan–Babak Suak, Peusangan Selatan, Bireuen, putus total akibat banjir bandang, Rabu (26/11/2025), sehingga membuat ribuan warga di kawasan seberang terisolasi. 

SERAMBINEWS.COM - Cuaca ekstrem dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan berat pada infrastruktur jalan nasional.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melaporkan sedikitnya 11 jembatan mengalami kerusakan, 8 ruas jalan putus total, dan 5 titik lainnya amblas.

Dalam pernyataan resminya, BPJN Aceh menyebutkan tim Balai terus melakukan pemantauan pada titik-titik rawan longsor dan jembatan yang terdampak banjir.

“Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik jembatan dan ruas jalan di Lintas Tengah, yang terdampak cuaca ekstrem beberapa hari terakhir. Data ini menjadi dasar penanganan cepat di lapangan oleh PPK terkait bersama tim teknis.

Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan jalan nasional. Balai akan terus memperbarui informasi perkembangan penanganan di lapangan,” tulis BPJN Aceh melalui akun Instagram, dikutip Senin (1/12/2025).

Baca juga: Dampak Banjir Masif, Bupati Asel Menyerah, Terbitkan Surat Ketidaksanggupan, Ini Kata Plt. Sekda 

11 Jembatan di Aceh Rusak Dihantam Banjir

Berikut daftar jembatan yang dilaporkan mengalami kerusakan:

  1. Jembatan Lawe Penanggalan
  2. Jembatan Lawe Mengkudu 1
  3. Jembatan Krueng Pelang
  4. Jembatan Jeurata
  5. Jembatan Titi Merah
  6. Jembatan Teupin Mane
  7. Jembatan Weihni Enang-Enang
  8. Jembatan Weihni Rongka
  9. Jembatan Weihni Lampahan
  10. Jembatan Timang Gajah
  11. Jembatan Jamur Ujung

Kerusakan bervariasi, mulai dari tergerus arus hingga pondasi melemah akibat debit air yang meningkat drastis.

Baca juga: Ekses Banjir, Wali Kota Langsa Laporkan 3 Orang Meninggal, Selebihnya Info Hoaks

8 Ruas Jalan Putus Total

BPJN Aceh menetapkan delapan titik jalan nasional dalam status putus total, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan:

  1. Ruas Pameue – Genting Gerbang, Km 44.8
  2. Ruas Pameue – Genting Gerbang, Km 21.4
  3. Ruas Simpang Uning – Uwaq, Km 16.5
  4. Ruas Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues – Aceh Tenggara, Km 521.9/Km 51.3
  5. Ruas Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren, Km 460/Km 49
  6. Ruas Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues – Aceh Tenggara, Km 500.7/Km 30.19
  7. Ruas Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues – Aceh Tenggara, Km 502/Km 31.5
  8. Kecamatan Ketambe, Km 7.2 s.d. 7.6 dan Km 18.4 s.d. 18.5

Putusnya akses jalan ini diperkirakan akan menghambat mobilitas antar-kabupaten, terutama jalur penghubung Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

Baca juga: Anggota DPR RI Muslim Ayub Tinjau Lokasi Banjir dan Serahkan Bantuan untuk Pengungsi di Aceh Selatan

5 Lokasi Jalan Amblas

Selain putus total, lima titik jalan lainnya juga dilaporkan mengalami amblas sebagian:

  1. Ruas Keumala – Geumpang, Km 1.7
  2. Ruas Keumala – Geumpang, Km 3.2
  3. Ruas Pameue – Genting Gerbang, Km 11.8
  4. Ruas Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren, Km 424.9
  5. Desa Simpur, Kecamatan Ketambe, Km 2.2

Kerusakan ini menambah daftar panjang pekerjaan darurat yang harus segera ditangani untuk mencegah risiko kecelakaan dan gangguan transportasi yang lebih besar.

BPJN Aceh Bangun Jembatan Bailey Sebagai Akses Darurat

Di tengah kerusakan infrastruktur yang cukup parah, BPJN Aceh juga mulai bergerak cepat membangun Jembatan Bailey sebagai solusi darurat pada sejumlah ruas yang terputus.

Tim PPK bersama pelaksana lapangan telah melakukan mobilisasi material ke lokasi terdampak dan memulai proses perakitan panel baja.

Pemasangan Jembatan Bailey ini dilakukan untuk memulihkan konektivitas masyarakat, terutama di wilayah yang aksesnya benar-benar terisolasi akibat jembatan rusak atau hanyut.

BPJN Aceh menyebut pembangunan jembatan darurat merupakan langkah taktis agar mobilitas warga, distribusi logistik, dan bantuan penanganan bencana tetap bisa berjalan sambil menunggu penanganan permanen.

Lembaga tersebut menegaskan akan terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan agar akses transportasi dapat kembali normal dalam waktu secepat mungkin.

(Serambinews.com/Firdha)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved