Sabtu, 9 Mei 2026

Banjir dan Longsor di Aceh

Mualem Sisir Titik Pengungsian hingga Tengah Malam, Aceh Butuh Helikopter

Tanpa menunda waktu, mualem dan rombongan bergerak menyisir pengungsian di sepanjang jalan nasional Banda Aceh-Medan.

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO
ACEH BUTUH HELI – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem saat mengawasi distribusi bantuan bagi korban banjir di Aceh Utara, Minggu (30/11/2025). Dalam kesempatan itu Mualem menegaskan bahwa Aceh saat ini sangat butuh helikopter untuk distribusi bantuan ke wilayah terisolir. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, turun langsung menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi pengungsian
  • Mualem juga menegaskan bahwa kendala utama dalam distribusi bantuan untuk korban banjir saat ini adalah sarana transportasi menuju wilayah-wilayah yang terisolasi banjir
  • Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh M Nasir yang juga Sekda Aceh, menjelaskan, sejauh ini Pemerintah Aceh telah mendistribusikan bantuan beras hampir 200 ton, daerah terisolir menjadi prioritas

HINGGA Sabtu (29/11/2025), sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara masih terendam banjir. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, turun langsung menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi pengungsian.

Mualem tiba di Aceh Utara, Sabtu, melalui jalur udara karena akses darat belum dapat dilalui. Setibanya di Pendopo Bupati Aceh Utara, ia menyerahkan bantuan simbolis berupa 10 ton beras dari Dinas Pangan Aceh dan paket logistik dari Triangle Pase dan BPMA. 

Tanpa menunda waktu, ia dan rombongan bergerak menyisir pengungsian di sepanjang jalan nasional Banda Aceh-Medan. Titik pertama yang didatangi adalah Alue Gunto, Kecamatan Syamtalira Aron, di mana warga sudah empat malam bertahan di pinggir jalan tanpa pasokan bantuan. 

“Kampung tenggelam semua, air dua meter,” kata Keuchik Alue Gunto, M Umar, sambil menyebut warganya terpaksa memasak beras yang sudah terendam air.

Dari Alue Gunto, rombongan melanjutkan perjalanan ke Geumata dan Meunasah Reudeup di Kecamatan Lhoksukon. Di sana, pengungsi mengaku sudah lima malam bertahan dengan kondisi air setinggi dada hingga kepala orang dewasa.

Bantuan kemudian disalurkan ke Keude Sampoiniet, Kecamatan Baktiya Barat, serta Panton Labu, Tanah Jambo Aye. Pada beberapa ruas jalan menuju lokasi, Mualem dan tim harus menembus genangan hingga 70 sentimeter, seperti di Cot Mane, Kecamatan Baktiya.

“Kami mengantar bantuan ke semua pelosok Aceh. Ada wilayah yang belum dapat ditembus karena jalur darat rusak. Untuk daerah lain, kita tempuh lewat darat, laut, dan udara,” ujar Mualem.

Ia juga menegaskan bahwa pemulihan listrik dan jaringan komunikasi menjadi prioritas utama pascabencana. “Ini yang paling urgent. Kami sudah koordinasi agar listrik dan sinyal bisa dipulihkan secepat mungkin,” katanya.

Malam itu, Mualem memastikan bantuan darurat terus bergerak menuju warga terdampak. “Kami usahakan secepat mungkin bantuan sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Butuh Helikopter

Mualem juga menegaskan bahwa kendala utama dalam distribusi bantuan untuk korban banjir saat ini adalah sarana transportasi menuju wilayah-wilayah yang terisolasi banjir. “Bantuan disalurkan segera ke masyarakat yang butuh. Yang jelas kita sangat butuh helikopter. Kalau tidak, bagaimana kita menyalurkan ke pelosok yang paling parah terdampak banjir,” kata Mualem. 

Penegasan itu disampaikan Mualem saat mengawasi distribusi bantuan bagi korban banjir di Aceh Utara, Minggu (30/11/2025). Ia mengecek kedatangan bantuan tanggap darurat yang dibawa menggunakan pesawat Hercules di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara. “Butuh sekali (helikopter), butuh bin butuh, urgent,” katanya. 

Menurut Mualem, hingga saat ini sejumlah barang bantuan dari berbagai pihak sudah tersedia, namun terhambat akses darat yang terputus. “Barangnya sudah ada. Kendalanya, tidak dapat kita salurkan ke pelosok-pelosok karena transportasi tidak ada. Kalau ada helikopter, mungkin secepat mungkin kita bagi-bagikan, terutama untuk warga yang tinggal di kawasan pegunungan,” ujarnya.

Ia menyebut Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk percepatan penanganan bencana, termasuk pembukaan akses dan evakuasi warga dari titik-titik yang masih terisolasi banjir.

Untuk diketahui, bantuan yang disalurkan hari ini kepada masyarakat di Aceh Utara merupakan dukungan logistik dari BSI dengan total 13,6 ton yang didatangkan dari Jakarta.  Selain itu, terdapat pula bantuan dari anggota DPR RI, TA Khalid. Setelah memastikan seluruh barang tiba, Mualem kemudian memantau proses penyaluran agar dapat segera diterima masyarakat yang terdampak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved