Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Hingga Kini Warga Semakin Sulit Dapatkan BBM, Antrean Membludak di SPBU Jalan Protokol Langsa

Hingga hari ini masyarakat di wilayah Langsa semakin sulit memperoleh BBM baik jenis pertalite dan pertamax

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Zubir
ANTRE BBM - Antrean panjang mobil dan sepeda motor serta warga masih terjadi SPBU Harapan Jalan Protokol Langsa, Senin (1/12/2025) pagi. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa

SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Hingga hari ini masyarakat di wilayah Langsa semakin sulit memperoleh BBM baik jenis pertalite dan pertamax, karena hanya SPBU Harapan yang memiliki stok BBM tersebut.

Sedangkan sejumlah SPBU baik di Jalan Medan - Banda Aceh Gampong Matang Seulimeng, SPBU Sungai Lueng, SPBU Dua Dara, SPBU Alue Dua, serta lainny di sekitar dserah ini sudsh kosong sejak kemarin.  

Demi mendapatkan BBM pertalite dan pertamax, masyarakat khususnya mobil dan ada juga sebagian sepeda motor, sejak malam menginap di sekitar SPBU Harapan yang berada di Jalan A Yani kawasan Pusat Kota Langsa ini. 

Mereka sebagian waega luar yang melintas dan terpaksa harus menunggu dibukanya SPBU pagi hari ini, karena stok BBM pertalite atau pertamax di mobil mereka sudah nyaris kosong. 

Sedangkan sebagian besar warga daerah ini dan ada juga dari Aceh Tamiang dan Aceh Timur datang sebelum waktu shalat subuh dan usai shalat subuh.

Baca juga: HRD Sarankan Gubernur Arahkan Kapal Aceh Hebat Layani Rute Banda Aceh - Lhokseumawe - Langsa - Medan

Mereka datang untuk mengantre di SPBU Jalan Protokol Kota Langsa agar bisa memperoleh pertalite atau pertamax yang sudah langka paska banjir melanda Kota Langsa dan daerah sekitar tersebut.

Antrean sepeda motor dan mobil bahkan diperkirakan mencapai 1 km lebih, belum lagi kerumunan warga yang juga datang mengantre ke SPBU untuk mendapatkan BBM dengan botol mineral. 

Sepeda motor informasinya dijatah pertalute antara 20 ribu hingga 30 ribu, lalu warga yang membeli dengan botol mineral dijatah Rp 15 ribu, namun mobil belum diketahui berapa diberikan. 

Sebagian oknum masyarakat mengambil kesempatan pada situasi ini, usai medapatkan BBM di SPBU, lalu mereka menjualnya setiap 1 botol air mineral ukuran 1 liter hingga mencapai Rp 100 ribu. 

Baca juga: Warga Langsa Pulang Lewat Laut Bertambah, Bawa Sejumlah Bantuan, Termasuk Perangkat dari Telkom

Kondisi ini belum diketahui kapan akan normal, karena akses jalan ke Sumatera Utara belum bisa lancar akibat banjir dan kerusakan jembatan di wilayah Aceh Tamiang hingga melewsti perbatasan Aceh Tamiang dan Sumut.

Selain BBM, masyarakat juga susah memperoleh makanan

Sementara selama ini BBM untuk SPBU yang ada di wilayah timur Provinsi Aceh ini dipasok oleh pihak Pertamina dari Provinsi Sumatera Utara.

Baca juga: KRI SSA dari Belawan Bawa Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Langsa

Selain masyarakat mulai susah memperoleh makanan karena mulai kehabisan uang, rumah mereka juga masih porak-poranda sebab semua barang rumah tangga dipenuhi lumpur.

Sementara suplai air bersih dari PDAM wilayah ini belum ada kepastian kapan bisa berjalan.

Karena mesin di PDAM mengalama trable, ekses banjir besar yang melanda daerah ini. (*)

Baca juga: Malam Mencekam di Blang Awe, Asiah dan Suami Lari Sambil Gendong Anak, Semua Lenyap tak Bersisa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved