Banjir Landa Aceh
Haji Uma dan Kodim Aceh Tamiang Bantu Tembus Longsor 500 Meter di Bukit Seumadam
Arus transportasi Medan–Aceh lumpuh total akibat banjir dan longsor yang melanda kawasan Bukit Semadam, Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALA SIMPANG - Arus transportasi Medan–Aceh lumpuh total akibat banjir dan longsor yang melanda kawasan Bukit Seumadam, Aceh Tamiang.
Genangan air sepanjang satu kilometer dan timbunan material longsor sekitar 500 meter menutup badan jalan, membuat ratusan truk, angkutan umum, serta kendaraan pribadi terhenti.
Kondisi ini menyebabkan pasokan sembako menuju Aceh terputus selama beberapa hari terakhir.
Melihat situasi tersebut, Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, turun langsung ke lokasi terdampak.
Ia mengarungi banjir menggunakan perahu milik warga untuk mencapai titik longsor, sebelum menggelar rapat koordinasi dengan pihak Kodim 0117 Aceh Tamiang yang diwakili Kasdim.
Baca juga: Haji Uma Salurkan Bantuan DPD RI Peduli Banjir kepada Warga Kuala Simpang
Dalam pertemuan itu, Kodim 0117 sepakat bahwa penanganan darurat harus segera dilakukan, terutama pembersihan material longsor menggunakan eskavator agar jalur kembali bisa dilalui.
Untuk mempercepat proses tersebut, Haji Uma ikut menanggung kebutuhan bahan bakar.
Longsor harus segera ditangani agar suplai sembako dan logistik kembali normal
Sementara Dandim bersama beberapa sopir truk turut menyumbangkan pasokan minyak dari kendaraan mereka.
“Ini sangat penting, karena begitu airnya surut, akses tak lagi terhambat. Longsor harus segera ditangani agar suplai sembako dan logistik kembali normal,” ujar Haji Uma di lokasi.
Saat ini, sejumlah kendaraan di wilayah Tamiang dan Semadam masih tertahan.
Baca juga: Cara Aktifkan Paket Siaga Peduli Telkomsel, Dapat Internet Gratis & Nelpon ke Semua Operator 7 Hari
Ketinggian air mencapai satu meter di Semadam dan 1,5 meter di Sungai Liput.
Jika debit air terus menurun, diperkirakan besok atau lusa jalur Medan–Aceh dapat kembali dilalui sehingga distribusi logistik untuk kebutuhan masyarakat Aceh dapat pulih.
Haji Uma menyampaikan terima kasih kepada warga dan para sopir yang tetap membantu serta bersabar menunggu kondisi membaik.
Meski harus jauh dari keluarga dan mengalami putus komunikasi hingga enam hari terakhir.
Ia berharap Balai Jalan segera melakukan langkah lanjutan pascabanjir.
Termasuk normalisasi sungai di Semadam serta pembangunan benteng cor beton pada dinding gunung demi mencegah longsor serupa terjadi kembali.
Baca juga: Malam Mencekam di Blang Awe, Asiah dan Suami Lari Sambil Gendong Anak, Semua Lenyap tak Bersisa
Baca juga: USK Hentikan Kuliah hingga 13 Desember, Prioritaskan Keselamatan dan Keluarga Mahasiswa
multiangle
Bukit Seumadam
Aceh Tamiang
longsor
banjir
Banjir Landa Aceh
Haji Uma
DPD RI
Serambi Indonesia
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
| Tinjau Aceh Tamiang, Safrizal ZA Kebut Realisasi Huntap Korban Bencana |
|
|---|
| Pemkab Nagan Sudah Usul Pembangunan Kembali 2 Sekolah Hancur Diterjang Banjir di Beutong Ateuh |
|
|---|
| Tim BNPB Data Lokasi Pembangunan Rumah Korban Banjir di Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/haji-uma-anggota-dpd-ri-arungi-banjir-di-aceh-tamiang.jpg)