Banjir Landa Aceh
Gas LPG Mulai Langka di Aceh Jaya, Masyarakat Khawatir
Kelangkaan ini tidak hanya terjadi pada gas melon atau gas subsidi, bahkan gas nonsubsidi pun sulit didapatkan di Kabupaten Aceh Jaya.
Penulis: Riski Bintang | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Warga Aceh Jaya mengeluhkan kelangkaan gas LPG, baik subsidi maupun nonsubsidi, yang telah berlangsung beberapa hari dan mengganggu aktivitas rumah tangga serta UMKM.
- Pemilik warung dan warga mengaku kesulitan mendapatkan gas, bahkan ada yang terpaksa memasak dengan kayu saat peringatan maulid.
- Masyarakat mempertanyakan penyebab kelangkaan, meski pemerintah menyatakan stok gas aman, dan berharap adanya langkah cepat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Riski Bintang | Aceh Jaya
SERAMBINEWS.COM, CALANG - Sejumlah masyarakat di Kabupaten Aceh Jaya mengeluhkan kelangkaan gas LPG sejak beberapa hari terakhir.
Kelangkaan ini tidak hanya terjadi pada gas melon atau gas subsidi, bahkan gas nonsubsidi pun sulit didapatkan di Kabupaten Aceh Jaya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga yang membutuhkan gas untuk memasak.
Selain itu, para pelaku UMKM seperti warung makan dan warung kopi juga ikut merasakan dampak dari kelangkaan gas tersebut.
Nasir, pemilik warung kopi di Kota Calang Aceh Jaya, mengaku sudah tidak memiliki gas untuk memasak air.
Ia menyebutkan, jika hari ini dirinya tidak mendapatkan gas, maka dipastikan besok hari tidak dapat membuka warung atau berjualan kopi.
Baca juga: Banjir Aceh Utara Rusak 42 Masjid dan 16 Meunasah Serta Ratusan Fasilitas Publik Lainnya
"Sudah beberapa hari saya cari, belum dapat, gas non subsidipun tidak ada, jadi kalau hari ini tidak ada gas maka besok saya tidak bisa jualan," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Lem Mun, warga Setia Bakti, di mana kondisi ini membuat dirinya kesulitan, apalagi di Gampong tempat dirinya tinggal sedang ada peringatan maulid.
"Sudah ke beberapa pangkalan dan lokasi saya cari, tidak ada gas, untuk kenduri maulid saja hari ini, istri saya harus memasak dengan kayu," cetusnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi sebuah fenomena di mana saat pemerintah menyatakan stok gas aman tapi tidak dapat ditemui di pasaran.
Kondisi saat ini sangat menyulitkan masyarakat, apalagi gas merupakan kebutuhan utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
"Kita mengharapkan adanya peran pemerintah, kenapa bisa kondisi saat seperti ini, gas sangat sulit didapatkan di pasaran," tutupnya. (*)
Baca juga: Kapal Perintis Malahayati Gratiskan Kirim Bantuan dan Relawan ke Lokasi Bencana, Ubah Rute Darurat
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
| Tinjau Aceh Tamiang, Safrizal ZA Kebut Realisasi Huntap Korban Bencana |
|
|---|
| Pemkab Nagan Sudah Usul Pembangunan Kembali 2 Sekolah Hancur Diterjang Banjir di Beutong Ateuh |
|
|---|
| Tim BNPB Data Lokasi Pembangunan Rumah Korban Banjir di Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/LPG-Langka05.jpg)