Sabtu, 16 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Bau Busuk Mulai Tercium di Aceh Tamiang, Mualem Antar Bantuan hingga Dinihari di Kuala Simpang

Di sana, Mualem menyaksikan langsung rumah-rumah warga yang hancur, bahkan sebagian hanya menyisakan fondasi dan puing-puing.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/TIM GUBERNUR ACEH
Suasana pengantaran bantuan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) bersama rombongan di Aceh Tamiang.   LULUH LANTAK – Kondisi perkampungan warga di Kabupaten Aceh Tamiang luluh lantak akibat diterjang banjir. Gambar direkam, Rabu (3/12/2025) malam. 

Bau Busuk Mulai Tercium di Aceh Tamiang, Mualem Antar Bantuan hingga Dinihari di Kuala Simpang

SERAMBINEWS.COM - Sepekan lebih pascabanjir bandang melanda Aceh Tamiang, kondisi di lapangan masih jauh dari pulih. 

Di sejumlah titik, bau busuk mulai tercium menyengat dari sisa-sisa material banjir yang belum tertangani. 

Aroma ini memicu kekhawatiran baru akan potensi munculnya penyakit di tengah ribuan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun di rumah-rumah yang tersisa.

Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan kendaraan yang rusak akibat terseret arus banjir masih tergeletak di bahu jalan, tertutup lumpur tebal. 

Kondisi Aceh Tamiang juga menjadi semakin mencekam karena minimnya penerangan. 

Jaringan listrik belum pulih sehingga pada malam hari kawasan itu berubah menjadi gelap gulita.

Dalam suasana itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) tiba di lokasi pada Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB untuk memantau langsung dampak kerusakan dan keadaan warga.

Baca juga: Banjir di Aceh Tamiang Seperti Tsunami, Rombongan Gubernur Cium Bau Bangkai Saat Salurkan Bantuan

Di sana, Mualem membanggikan bantuan hingga pukul 03.15 WIB dini hari, Kamis (4/12/2025).

Di beberapa titik, bau busuk tercium menyengat. 

Mualem bersama rombongan menyalurkan bantuan di sejumlah titik, mulai dari pusat Kota Kuala Simpang hingga kawasan Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru. 

Di sana, Mualem menyaksikan langsung rumah-rumah warga yang hancur, bahkan sebagian hanya menyisakan fondasi dan puing-puing.

Di sana, Mualem menyalurkan bantuan 30 ton sembako yang disumbangkan warga Medan, Sumatra Utara. 

Paket bantuan berisi air minum, beras, mi instan, biskuit, telur, dan sejumlah obat-obatan.

Saat kembali ke arah Kota Langsa, Mualem juga menyebar bantuan kepada para pengungsi yang membuka posko di pinggir jalan Banda Aceh-Medan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved