Senin, 27 April 2026

Berita Aceh Tenggara

Jalan Agara-Galus Bertebaran Debu Pasca Banjir Bandang, Warga Minta Disiram

Pasca banjir bandang di Ketambe, tanah yang menempel di Jalan Nasional Agara–Galus mengering dan menimbulkan debu hingga ke pemukiman warga.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Asnawi Luwi
JALAN BERDEBU - Jalan Nasional Aceh Tenggara (Agara) menuju Gayo Lues (Galus) putus, persisnya di lokasi banjir bandang melanda yakni di lintas Bener Bepapah-Lawe Penanggalan Ketambe, kini bertebaran debu yang terdampak ke permukiman penduduk. Foto direkam Rabu (3/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Pasca banjir bandang di Ketambe, tanah yang menempel di Jalan Nasional Agara–Galus mengering dan menimbulkan debu hingga ke pemukiman warga. 
  • Warga khawatir debu memicu penyakit ISPA dan mendesak BPBD segera menyiram serta membersihkan jalan secara menyeluruh. 
  • BPBD sudah menurunkan mobil damkar dan suplai air, namun hasilnya belum maksimal sehingga akan berkoordinasi dengan BPJN Aceh untuk solusi permanen.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) pada Kamis (27/11/2025) lalu, kondisi ruas jalan nasional yang menghubungkan Aceh Tenggara dengan Kabupaten Gayo Lues (Galus) kini menimbulkan persoalan baru.

Tanah yang terbawa arus banjir dan menempel di badan jalan mulai mengering, sehingga menghasilkan debu yang berterbangan setiap kali kendaraan melintas.

Debu tersebut kini menyebar hingga ke pemukiman warga dan posko-posko pengungsian di sejumlah desa terdampak.

Debu yang beterbangan paling banyak dirasakan oleh warga di Desa Bener Bepapah, Lawe Penanggalan, Desa Laklak, Kati Maju, serta beberapa titik lain di Kecamatan Ketambe.

Setiap kali angin bertiup atau kendaraan melintas, debu langsung masuk ke rumah-rumah warga, menempel di perabotan, serta mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini menambah penderitaan para korban yang sebelumnya sudah kehilangan harta benda akibat banjir bandang.

Baca juga: Tanggapi Jalan Berdebu di Kota Bahagia, Bupati Mirwan: Tahun ini Kita Tindak Lanjuti Penganggarannya

Warga khawatir, paparan debu dalam jangka panjang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, dan sesak napas menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.

Terutama anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap gangguan pernapasan.

Oleh karena itu, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera mengambil langkah konkret.

Sejumlah warga menyampaikan harapan agar jalan nasional yang berdebu segera disiram secara rutin.

Menurut mereka, penyiraman jalan dapat mengurangi debu yang berterbangan dan mencegah dampak buruk terhadap kesehatan.

Baca juga: Jalan Berdebu di Gampong Puuk, Akses ke 3 Lainnya, Warga Mengeluh dan Minta Segera Diaspal

“Kami sudah cukup menderita akibat banjir. Jangan sampai sekarang kami harus menanggung penyakit karena debu yang tidak ditangani,” ungkap salah seorang warga Desa Laklak.

Selain itu, warga juga meminta agar pemerintah tidak hanya melakukan penyiraman sesaat.

Tetapi juga melakukan pembersihan menyeluruh terhadap tanah yang menempel di badan jalan.

Dengan begitu, masalah debu bisa diatasi secara permanen.

BPBD Turunkan Damkar Menanggapi keluhan warga, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, ST, MM menyampaikan, bahwa pihaknya telah mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan satu unit mobil suplai air sejak Rabu, 3 Desember 2025.

Kedua armada tersebut digunakan untuk menyiram ruas jalan nasional yang tertutup debu di lokasi banjir bandang Ketambe.

Baca juga: Warga Keluhkan Jalan Berdebu di Lamphoih Saka ke Waido, PUPR Pidie: Akan Diusul Perbaikan

Namun, Asbi mengakui, bahwa upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal.

Cuaca panas membuat jalan cepat kembali kering, sehingga debu kembali berterbangan tidak lama setelah disiram.

“Sebenarnya, jalan ini harus dibersihkan dari tanah yang menempel. Kalau hanya disiram, hasilnya tidak akan bertahan lama,” jelasnya.

Untuk solusi jangka panjang, BPBD Aceh Tenggara berencana berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

Pihak BPJN diharapkan dapat melakukan pembersihan menyeluruh terhadap badan jalan nasional yang tertutup tanah akibat banjir.

Dengan keterlibatan BPJN, diharapkan Jalan Nasional Agara–Galus bisa kembali normal dan bebas dari debu yang mengganggu.

Baca juga: VIDEO Hati-hati Jalan Berdebu dan Berlumpur Bila Hujan di Depan Kantor Gubernur Aceh

“Kita akan koordinasi dengan BPJN Aceh agar jalan nasional ini segera dibersihkan,” tutur Asbi.

“Dengan begitu, masyarakat tidak lagi terganggu oleh debu, dan risiko penyakit bisa ditekan,” tambah Asbi.

Warga korban banjir bandang berharap pemerintah bergerak cepat.

Mereka menilai, bahwa penanganan pasca-bencana tidak hanya sebatas bantuan logistik, tetapi juga harus mencakup pemulihan lingkungan, termasuk kondisi jalan yang menjadi akses vital antar kabupaten.

“Kami ingin hidup normal kembali. Jalan ini bukan hanya jalur transportasi, tapi juga jalur ekonomi. Kalau terus berdebu, aktivitas kami terganggu,” ujar warga Desa Bener Bepapah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved