Kamis, 7 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Lhok Pungki, Dusun Pedalaman di Aceh Utara Hilang Disapu Banjir Bandang

“Rumah kami hancur dibawa sungai. Beruntung kami bisa melarikan diri. Yang selamat hanya satu handphone dan baju di badan,” ujar Hastia.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Foto kiriman Abuzar
Akses jalan darat di kawasan Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara tertimbun longsor sehingga harus menggunakan alat berat untuk membukanya kembali. 

Ringkasan Berita:
  • 26 November 2025, Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan hilang setelah diterjang banjir bandang.
  • Hingga kini kawasan pedalaman tersebut masih terisolasi karena akses jalan darat tertimbun longsor.
  • Aktivitas menuju dusun hanya bisa melalui rakit menyeberangi Krueng Sawang atau jalur darat lewat Kecamatan Makmur, Bireuen.
  • Bantuan logistik sempat diantar menggunakan helikopter.
  • Distribusi melalui jalur air berisiko tinggi karena arus deras.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan hilang setelah diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

Hingga kini, kawasan pedalaman tersebut masih terisolasi karena akses jalan darat tertimbun longsor akibat terjangan banjir.

Putusnya akses darat membuat seluruh aktivitas menuju dusun itu hanya bisa dilakukan melalui jalur sungai menggunakan rakit, dengan menyeberangi Krueng Sawang.

Distribusi bantuan logistik dan bahan pangan pun terpaksa dilakukan melalui jalur air yang berisiko tinggi.

Anggota DPRK Aceh Utara asal Kecamatan Sawang, Abuzar ST kepada Serambinews.com, Sabtu (6/12/2025), mengatakan saat ini dusun tersebut hanya dapat dijangkau dengan dua alternatif jalur, yakni menggunakan rakit melalui sungai atau melalui jalur darat dari arah Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.

“Untuk tembus ke dusun itu sekarang hanya bisa lewat rakit melalui sungai. Alternatif lainnya lewat Makmur, Gandapura, Kabupaten Bireuen. Bahkan kemarin bantuan sempat diantar menggunakan helikopter,” ujar Abuzar.

Ia menambahkan, hingga saat ini warga Dusun Lhok Pungki masih mengungsi ke dusun-dusun sekitar yang lebih aman.

Selain itu, jaringan listrik di kawasan tersebut mengalami kerusakan parah sehingga sudah lebih dari dua pekan warga hidup tanpa penerangan.

“Akses jaringan seluler juga padam. Ini sangat menyulitkan kita untuk mengetahui kondisi mereka di sana,” tambahnya.

Menurut Abuzar, kawasan Lhok Pungki selama ini dikenal sebagai wilayah yang memiliki aktivitas galian C.

Letaknya yang berada persis di pinggir sungai membuat kawasan tersebut sangat rentan terhadap bencana banjir.

“Dusun ini selama ini menjadi salah satu penyumbang material galian C untuk pembangunan. Karena itu, kami berharap kawasan ini mendapat perhatian serius dan bantuan langsung dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Baca juga: Terobos Genangan & Lumpur, Laznas LMI Bangun Dapur Umum Bagi Warga Terisolir Banjir di Aceh Tamiang

Sementara itu, seorang warga korban banjir, Hastia Mauliza (22), mengaku rumahnya hancur terseret arus sungai.

Ia bersyukur masih bisa menyelamatkan diri bersama keluarganya saat kejadian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved