Jumat, 24 April 2026

Banjir Landa Aceh

Tiga Penyakit Mengintai Korban Banjir Secara Bersamaan, IKAMIK: Perlu Penanganan dari Sekarang

Korban banjir bandang di Aceh berpotensi diserang tiga penyakit secara bersamaan, akibat debu dari lumpur dan tanah yang sudah mengering.

Serambinews.com/HO/Tidak Ada
BANJIR ACEH - Ketua Ikatan Alumni Magister Ilmu Kebencanaan (IKAMIK) Unsyiah, Muhammad Daud SKM MSi menyebutkan tiga penyakit mengintai masyarakat secara bersamaan pascabanjir bandang yang menerjang Aceh akhir November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Korban banjir bandang di Aceh berpotensi diserang tiga penyakit secara bersamaan, akibat debu dari lumpur dan tanah yang sudah mengering di pemukiman penduduk.
  • Ketiga penyakit tersebut adalah ISPA, gatal-gatal, dan diare. Selain itu juga adanya potensi kenaikan kasus infeksi luka.
  • Perlu adanya penanganan mulai saat ini seperti memberikan masker dan menyiapkan obat-obatan yang cukup

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Korban banjir bandang di Aceh berpotensi diserang tiga penyakit secara bersamaan, akibat debu dari lumpur dan tanah yang sudah mengering di pemukiman penduduk. Ketiga penyakit tersebut adalah ISPA, gatal-gatal, dan diare.

Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Alumni Magister Ilmu Kebencanaan (IKAMIK) Unsyiah, Muhammad Daud SKM MSi kepada Serambinews.com, Sabtu (6/12/2025). Menurut Daud, banyaknya tanah yang menutupi pemukiman penduduk akan mengganggu kesehatan korban banjir.

“Banjir bandang itu membawa tanah yang sangat banyak, sampai menimbun rumah-rumah dan perkampungan. Sekarang tanah itu sudah kering, sehingga muncul debu. Debunya sangat halus, dan itu berbahaya, memicu ISPA, batuk berkepanjangan,” kata Muhammad Daud.

Daud yang selama ini ikut serta menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana banjir Aceh bersama Wakil Gubernur Aceh, menambahkan, selain ISPA, gatal-gatal juga sangat rentan terjadi terutama wilayah yang selama ini masih digenangi air. Air sisa banjir bandang, kata Daud, bercampur dengan kotoran dan limbah rumah tangga.

Pada saat bersamaan, diare juga bisa menyerang korban banjir terutama anak-anak, karena selama beberapa hari mereka terpaksa mengkonsumsi air minum yang tidak sehat, dan asupan nutrisi pasca banjir yang sangat kurang.

Selain tiga penyakit ini, perlu juga antisipasi terhadap kemungkinan meningkatknya kasus infeksi akibat luka dan munculnya malaria.

Oleh sebab itu, kata Daud, selain memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian, penanganan terhadap potensi gangguan kesehatan korban banjir ini juga perlu dilakukan dari sekarang.

“Perlu dibuka posko kesehatan yang menyediakan masker dan obat-obatan yang cukup untuk korban banjir,” kata Daud yang saat ini sedang menempuh pendidikan Doktor Ilmu Kebencanaan di Unsyiah.

UPDATE BANJIR ACEH 

Total Meninggal di Aceh Jadi 353 Jiwa

Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh kembali mengalami peningkatan. 

Berdasarkan data Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor BNPB yang diperbarui pada Sabtu (6/12/2025) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal kini mencapai 353 jiwa.

Peningkatan jumlah korban terbanyak berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang, yang melaporkan penambahan korban jiwa setelah proses evakuasi dan pencarian dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.

Dari data laporan Aceh Tiang, jumlah korban jiwa dilaporkan bertambah 12 jiwa, dari sebelumnya 45 jiwa, kini menjadi 57 jiwa.

Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat 151 warga Aceh masih dinyatakan hilang dan lebih dari 3.500 orang terluka akibat bencana besar yang melanda sejak akhir November 2025.

Baca juga: Aceh Tamiang Porak-poranda, Lebih Parah dari Tragedi Banjir Bandang 2006

Dari total 18 kabupaten/kota wilayah Aceh yang terdampak bencana banjir dan longsor, empat wilayah dilaporkan belum mencatat adanya korban jiwa, korban hilang, maupun korban terluka hingga pembaruan data ini.

Daerah tersebut ialah Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved