Jumat, 1 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Jembatan Wih Kanis Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRA Tagih Janji Kemen-PU

"Harus segera dibangun jembatan agar masyarakat dapat mengakses jalur tersebut baik menggunakan roda dua dan roda empat." SALWANI

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/IST
GOTONG ROYONG - Personel TNI dari Koramil 01/Bandar, Bener Meriah, bersama warga melakukan gotong royong memperkuat struktur jembatan darurat Wih Kanis, Kamis (9/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan Jembatan Wih Kanis yang menghubungkan Kecamatan Mesidah dan Bandar di Kabupaten Bener Meriah, belum ada tanda-tanda pengerjaan
  • Kementerian PU janji pembangunan jembatan darurat dari kontainer, rampung sebelum Lebaran, dan jembatan permanen mulai dikerjakan pada bulan April
  • Hampir lima bulan pascabencana, 14 kampung di Kecamatan Mesidah masih terisolasi, dan bertaruh nyawa di atas jembatan bambu yang kian rapuh

"Harus segera dibangun jembatan agar masyarakat dapat mengakses jalur tersebut baik menggunakan roda dua dan roda empat." SALWANI, Anggota DPRA

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Pembangunan Jembatan Wih Kanis yang menghubungkan Kecamatan Mesidah dan Bandar di Kabupaten Bener Meriah, belum ada tanda-tanda pengerjaan.

Padahal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebelumnya menjanjikan pembangunan jembatan darurat dari kontainer, rampung sebelum Lebaran, dan jembatan permanen mulai dikerjakan pada bulan April.

Tapi nyatanya, janji tersebut tak kunjung terealisasi. Bahkan jelang sebulan pascalebaran, belum ada tanda pengerjaan. Padahal hampir lima bulan pascabencana, 14 kampung di Kecamatan Mesidah masih terisolasi, dan bertaruh nyawa di atas jembatan bambu yang kian rapuh.

Menanggapi kondisi ini Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salwani, mendesak Kemen-PU untuk segera menepati janjinya. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk pembiaran yang membahayakan keselamatan warga.

Apalagi saat ini jembatan darurat hasil swadaya masyarakat tersebut dilaporkan mulai renggang dan goyang ketika dilintasi kendaraan roda dua di atas aliran sungai yang deras.

"Kita mendesak Kementerian PU segera realisasi janjinya, jangan tunggu ada korban dulu, ini udah hampir lima bulan," ujar Salwani kepada TribunGayo.com, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, jembatan Wih Kanis merupakan urat nadi ekonomi bagi warga di Kecamatan Mesidah. Karena jembatan ini rusak, perekonomian warga ikut terganggu. Karenanya, jembatan tersebut harus segera dibangun, bila memungkinkan langsung secara permanen.

"Harus segera dibangun jembatan agar masyarakat dapat mengakses jalur tersebut baik menggunakan roda dua dan roda empat," tuturnya.

Perlu diketahui, sebanyak 14 kampung di Kecamatan Mesidah mengandalkan jembatan darurat Wih Kanis berbahan bambu untuk dapat melintas menuju ke Kecamatan Bandar. Jembatan permanen sudah hancur terseret banjir bandang pada 26 November tahun lalu.

Pembuatan jembatan darurat dari bambu kemudian dilakukan secara swadaya oleh masyarakat yang sempat terisolir. Kini, jembatan darurat tersebut mulai renggang dan rapuh akibat ramainya pengendara. 

Berdasarkan pantauan TribunGayo.com, jembatan Wih Kanis kini dalam kondisi rusak parah dan hanya bisa dilalui sepeda motor satu per satu. Kendala utama terletak pada tanjakan terjal setelah jembatan (arah Mesidah menuju Bandar). 

Banyak kendaraan petani yang memuat hasil panen gagal menanjak hingga memicu kecelakaan. Tak hanya petani, para guru yang bertugas di wilayah tersebut juga terpaksa mendorong motor mereka karena takut melintasi medan yang ekstrem. Warga mendesak perbaikan segera guna menjamin keselamatan pengguna jalan.(mi)

Perkuat Struktur Jembatan

SEMENTARA itu, personel TNI dari Koramil 01 Bandar bersama warga melakukan gotong royong memperkuat struktur jembatan darurat Wih Kanis, Kamis (9/4/2026). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved