Jumat, 24 April 2026

Banjir Landa Aceh

Kondisi Tangan Terpasang Infus, Kapolda Aceh Tetap Kerja Prioritaskan Percepatan Penanganan Banjir

“Saya hari ini mengikuti video conference bersama Presiden dan kementerian terkait untuk membahas langkah-langkah percepatan penanganan bencana.

Editor: Faisal Zamzami
Instagram/@marzukialba_bd91
Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah dengan kondisi tangan terpasang infus tetap menunjukkan dedikasi penuh dalam memastikan percepatan penanggulangan banjir di sejumlah wilayah di Aceh. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah tetap menunjukkan dedikasi penuh dalam memastikan percepatan penanggulangan banjir di sejumlah wilayah di Aceh.
  • Meski tangan terpasang infus, ia tetap berkoordinasi dan memantau situasi terkini di mana pun berada.
  • Sejak awal bencana melanda, Kapolda Aceh diketahui terus berada di lapangan.

 

SERAMBINEWS.COM - Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah tetap menunjukkan dedikasi penuh dalam memastikan percepatan penanggulangan banjir di sejumlah wilayah di Aceh.

Meski tangan terpasang infus, ia tetap bekerja berkoordinasi dan memantau situasi terkini di mana pun berada.

“Saya hari ini mengikuti video conference bersama Presiden dan kementerian terkait untuk membahas langkah-langkah percepatan penanganan bencana. Dalam kondisi apa pun, saya tetap memprioritaskan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak banjir,” kata Kapolda Aceh, Minggu, 7 Desember 2025.

Sejak awal bencana melanda, Kapolda Aceh diketahui terus berada di lapangan.

Ia turut mengecek langsung sejumlah titik banjir, memantau aktivitas evakuasi, serta menembus beberapa wilayah terisolir guna memastikan bantuan bisa masuk dan warga tidak terputus dari layanan darurat.

“Kegiatan beberapa hari ini sangat padat. Namun, penanganan bencana tidak boleh berhenti. Saya tetap memastikan semua personel bergerak cepat dan tepat demi masyarakat,” ujarnya dikutip serambinews.com dari marzukialba_bd91.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu, dan mempercayakan penanganan bencana kepada pemerintah serta instansi terkait yang bekerja siang dan malam.

Kapolda memastikan bahwa seluruh unsur hingga tingkat polres dan polsek berada dalam kesiapsiagaan penuh untuk mendukung proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga tahap pemulihan.

Baca juga: Putra Aceh Popon Azwani Awi Terpilih sebagai Ketua Umum ASPPI

Sebelumnya, Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memimpin apel pagi dan memaparkan kondisi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sabtu, (6/12/25).

Sedikitnya 18 Kabupaten/Kota terdampak banjir dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, di mana Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah paling parah dan dinilai dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. 

“Sebanyak 18 Kabupaten/Kota terdampak banjir. Namun, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan wilayah yang paling parah dan sangat memprihatinkan kondisinya,” ungkap Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah,

Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menjelaskan, di Aceh Tamiang seluruh aktivitas pemerintahan terhenti akibat bencana

Banyak rumah warga mengalami kerusakan berat, sementara korban jiwa juga dilaporkan jatuh.

“Situasinya betul-betul memprihatinkan. Pemerintah daerah tidak dapat beraktivitas karena seluruh sumber daya difokuskan pada penanganan darurat,” jelas Kapolda Aceh.

Baca juga: Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir di Aceh Timur Bertambah, Jadi 48 Orang

Tinjau Posko Tanggap Bencana Satbrimob Polda Aceh 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved