Banjir Landa Aceh
Pemadaman Bergilir di Nagan Raya, Lebih Lama Padam daripada Nyala
"Dampak listrik lebih banyak padam masyarakat sangat mengeluh," ujar Ardiandi, warga Nagan Raya kepada Serambinews.com, Senin (8/12/2025).
Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Senin (8/12/2025), pemadaman bergilir listrik di Kabupaten Nagan Raya sudah berlangsung selama 13 hari.
- Pemadaman berlangsung lama, kadang 1–3 hari padam baru menyala sebentar lalu padam lagi.
- Warga mengeluh karena banyak usaha tutup akibat listrik padam dan beralih ke genset sebagai alternatif penerangan.
- Gangguan jaringan: Telkomsel, dan layanan seluler ikut terganggu.
- Antrean panjang di 5 SPBU Nagan Raya: Suak Puntong, Blang Muko, Paya Udan, Alue Bilie, dan Kuta Trieng.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pemadaman bergilir masih berlangsung hingga Senin (8/12/2025) di Kabupaten Nagan Raya.
Listrik yang sudah 13 hari gangguan itu, lebih banyak padam dari pada menyala di kabupaten penghasil batu giok tersebut.
Beberapa masyarakat Nagan Raya menyampaikan harapan agar listrik bisa kembali normal.
"Dampak listrik lebih banyak padam masyarakat sangat mengeluh," ujar Ardiandi, warga Nagan Raya kepada Serambinews.com, Senin (8/12/2025).
Dikatakan, sejak listrik padam banyak usaha yang tidak jalan dan tutup, sebab listrik menjadi kebutuhan hari-hari.
"Kami berharap pemadaman bergilir ini segera diatasi," tambah Husin, warga lainnya.
Baca juga: Evaluasi Penanganan Banjir Aceh Utara, Ayahwa: Mekanisme Distribusi Bantuan dari Muspika ke Keuchik
Permintaam genset tinggi
Sementara itu, masyarakat Nagan Raya yang menggunakan genset sudah 12 pekan ini tinggi sebagai alternatif penerang malam hari.
Bahkan, permintaan genset juga tinggi dengan harga jual juga bervariasi antara Rp 1,5 juta hingga Rp 7 juta tergantung merk.
"Genset menjadi pilihan. Apalagi listrik padam sangat lama waktu 1 - 3 hari baru menyala. Sebentar menyala padam lagi," ujar Surya warga Simpang Peut Nagan.
Dikatakan, bahkan banyak toko genset menjadi kosong karena ramai yang beli; dan terkadang harus dipesan dulu.
Baca juga: Pertamina Fokuskan Distribusi BBM ke Daerah Terisolasi dan Sulit Terjangkau di Aceh
Jaringan terganggu
Keluhan warga semakin bertambah, jaringan wifi, Telkomsel dan layanan sululer lain juga ikut gangguan saat listrik padam.
"Terkesan kompak. Kami dengan katanya BTS tidak pakai genset sehingga saat padam juga ikut terganggu jaringan HP dan wifi," kata Udin, warga Nagan Raya.
Ia berharap adanya kondisi ini perlu diatasi termasuk pemerintath perlu mencarikan solusi, sehingga ketika listrik padam layanan telepon terganggu ke depan tdaj terulang.
Baca juga: Mahasiswa Unimal dan Universitas Semarang Terobos Lumpur Antar Bantuan ke Korban Banjir Aceh Tamiang
Antrean BBM
Sementara itu, antrean panjang kendaraan mengisi BBM di 5 SPBU di Nagan Raya hingga Minggu masih terjadi.
| Sawah Terdampak Banjir Sedang Dinormalisasi, Ini Harapan Kadistanbun Bireuen |
|
|---|
| Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gangguan-Listrik-di-PLTU-Nagan-Raya-Sejumlah-Wilayah-di-Aceh-Padam.jpg)