Selasa, 28 April 2026

Banjir Landa Aceh

Pertamina Fokuskan Distribusi BBM ke Daerah Terisolasi dan Sulit Terjangkau di Aceh

“Contohnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, dimana beberapa waktu lalu kami sewa pesawat perintis untuk mengirimkan solar untuk alat-alat berat dan...

|
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
KUNJUNGI OPERASIONAL - Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri melakukan kunjungan ke operasional Pertamina dan memastikan pasokan LPG dan BBM ke Aceh, Minggu (7/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Minggu malam (7/12/2025), Dirut PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan komitmen perusahaan memastikan distribusi energi ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra.
  • Distribusi BBM & LPG ke daerah sulit dijangkau, termasuk Aceh Tengah & Bener Meriah, dengan pesawat perintis & via Hercules.
  • SPBU dipulihkan dan kini 98 persen (688 SPBU) sudah beroperasi.
  • Penambahan petugas SPBU dengan personel TNI & Polri.
  • Suplai LPG ke wilayah terisolir dengan sling load melalui jalur udara.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - PT Pertamina fokuskan pendistribusian energi di beberapa daerah yang masih terisolasi dan masih sulit dijangkau, pasca banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumbar dan Sumut.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri saat Rapat Kabinet Terbatas bersama Presiden RI, Prabowo Subianto di Lanud SIM, Minggu (7/12/2025) malam.

“Contohnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, dimana beberapa waktu lalu kami sewa pesawat perintis untuk mengirimkan solar untuk alat-alat berat dan kami juga akan mengirim dengan Hercules yang volumenya lebih besar,” kata Simon.

Pihaknya mengambil sejumlah langkah strategis guna mengupayakan kelancaran pasokan BBM dan LPG di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Tim kata dia, bergerak cepat melakukan pemulihan layanan energi di lapangan.

Saat ini sebagian besar SPBU sudah diperbaiki.

 "SPBU kita maksimalkan beroperasi 24 jam, supaya mengurai antrian yang beberapa waktu lalu cukup panjang,” ujar Simon.

Pertamina juga menambah jumlah petugas layanan di SPBU, termasuk mendapatkan dukungan personel dari TNI dan Polri.

“Dalam tiga sampai empat hari lalu, dapat support yang besar TNI dan Polri. Dimana sebagian dari (personel) TNI dan Polri ikut membantu pengisian BBM bagi masyarakat,” jelasnya.

Upaya lain yang dilakukan yakni mendukung operasional alat berat tetap beroperasi dalam membuka akses jalan, evakuasi warga, serta percepatan pengiriman bantuan logistik. 

Selain BBM, Pertamina juga menyiapkan mekanisme khusus untuk menyuplai LPG ke wilayah terisolir.

 “Kami juga berkoordinasi untuk pengiriman (LPG) di daerah-daerah terdampak. Dan yang akan kami lakukan dalam waktu dekat menggunakan sling load untuk pengiriman LPG dengan tetap memperhatikan aspek safety,” tandas Simon.

Baca juga: Pertamina Antar BBM ke Gayo dengan Pesawat, Tahap Awal Pasok 2.000 Liter

Hingga 7 Desember 2025, di wilayah terdampak bencana Aceh, Sumur dan Sumbar Pertamina telah mengoperasikan 688 SPBU atau 98 persen telah beroperasi.

Upaya pendistribusian energi dan bantuan kemanusiaan dilakukan melalui jalur darat, laut dan udara, hingga 7 Desember 2025 tercatat bantuan Pertamina Peduli telah menyentuh hingga 77.794 jiwa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved