Kamis, 11 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Dari Pantai Timur, Haji Uma Menerobos Geumpang Pidie, Menyalurkan Bantuan ke Aceh Barat

Lokasi pertama yang menjadi tujuan Haji Uma bersama timnya adalah Gampong Jambak dan Lawet Kec. Pante Ceureumen Aceh Barat.

Tayang:
Editor: Zaenal
Serambinews.com/HO
KAYU DARI HUTAN – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman didampingi Camat Pante Ceureumen Zulkarnaini dan perwakilan BPBD Aceh Barat meninjau dampak banjir di Gampong Jambak dan Lawet Kecamatan Pante Ceureumen Aceh Barat, Selasa (9/12/2025). Data terbaru yang dirilis BNPB pada “Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun 2025” Rabu (10/12/2025) pukul 11.30 WIB, menunjukkan jumlah korban akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, telah mencapai 969 orang meninggal dunia, 262 orang masih berstatus hilang, dan 5 ribu orang terluka. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Setelah hampir sepekan bersama korban bencana di pantai timur Aceh, Anggota DPD RI H. Sudirman alias Haji Uma, memutuskan untuk menembus jalur darat menuju pantai barat Aceh, yang juga terdampak bencana. 

Lokasi pertama yang menjadi tujuan Haji Uma bersama timnya adalah Gampong Jambak dan Lawet Kec. Pante Ceureumen Aceh Barat.

Tiba di desa itu pada, Selasa (9/12/2025), Haji Uma tertegun melihat dampak bencana Siklon Senyar 25 yang tak kalah parah dibandingkan di pantai timur. 

"Hari ini saya sudah melihat langsung kondisi banjir di Aceh Barat tidak ubah seperti yang terjadi di pantai timur, semuanya membawa material yang sama yaitu kayu hasil perambahan hutan dalam kawasan,” Ungkap Haji Uma, seperti dikutip Staf Khususnya, Muhammad Daud, kepada Serambinews.com, Rabu (10/12/2025). 

Dalam kunjungannya ke lokasi bencana banjir Aceh Barat, Haji Uma ikut didampingi perwakilan BPBD dan Camat Pante Ceuremen Zulkarnaini.

Haji Uma mengatakan dirinya perlu melihat langsung korban banjir di pantai barat sebagai bagian dari salah satu tugas dan fungsi DPD RI dalam pengawasan pelaksanaan Peraturan Perundang-Undangan. 

Baca juga: Haji Uma Ditemani Mayor Daud Seberangi Sungai dan Distribusi Bantuan ke Wilayah Terisolir di Bireuen

Perjalanan Menembus Geumpang

Kepada Serambinews.com, Muhammad Daud mengatakan, rombongan Haji Uma berangkat dari Lhokseumawe melewati Geumpang Pidie, pada Senin (8/12/2025).

Perjalanan kali ini terasa lebih berat dari biasanya, karena terhalang jalan putus dan tumpukan material longsor di beberapa titik.

Ujian pertama terjadi dalam perjalanan dari Lhokseumawe menuju Bireuen. 

Setiba di Kutablang, Haji Uma bersama rombongan harus menyeberangi sungai Kutablang Bireuen dengan menggunakan boat nelayan.

Perjalanan itu bukan sekedar lintasan geografis, melainkan simbol perjuangan: menembus arus deras, lumpur, dan jalanan terputus demi sampai ke saudara-saudara yang sedang dilanda bencana.

Setelah melalui perjalanan yang cukup berat menembus hutan Geumpang dan Tutut, Haji Uma bersama akhirnya tiba di Gampong Jambak dan Lawet Kec. Pante Ceureumen Aceh Barat, pada Selasa (9/12/2025).

Pada situasi normal, perjalanan dari Lhokseumawe ke Pante Ceureumen via Geumpang, hanya butuh waktu sekira 8-10 jam.

Bersama BPBD dan camat setempat, Haji Uma menyapa warga yang rumahnya terendam, mendengarkan keluh kesah mereka, dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. 

Kehadirannya bukan sekedar seremonial, melainkan wujud nyata filosofi “Saweu Syedara”, menyapa saudara dalam derita.

Baca juga: Terobos Banjir Salurkan Bantuan Darurat ke Pedalaman Aceh Utara, Haji Uma: Tetapkan Bencana Nasional

Akar Masalah dan Seruan dari Garis Depan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved