Rabu, 3 Juni 2026

Kadis PUPR Aceh Tinjau Pemasangan Jembatan Bailey Awe Geutah, Akses ke Bener Meriah Terbuka

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah pembangunan jembatan Bailey di kawasan Awe Geutah, Kabupaten Bireuen

Tayang:
Editor: Amirullah
for serambinews
Kadis PUPR Aceh Tinjau Pemasangan Jembatan Bailey Awe Geutah, Akses ke Bener Meriah Terbuka 

SERAMBINEWS.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Ir. Mawardi, ST, kembali memantau sekaligus memastikan percepatan pemasangan jembatan sementara Bailey untuk mendukung kelancaran akses logistik di jalur lintas timur pascabencana hidrometeorologi, Rabu (10/12/2025). Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah Aceh agar penanganan infrastruktur terdampak dapat berjalan cepat dan efektif.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah pembangunan jembatan Bailey di kawasan Awe Geutah, Kabupaten Bireuen, yang dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Pemantauan tersebut penting untuk memastikan progres pekerjaan tetap sesuai target dan setiap kendala teknis dapat segera ditangani.

Sebelumnya, Kadis PUPR Aceh telah lebih dahulu bergerak ke lokasi sejak malam hari. Atas izin Sekda Aceh, Mawardi bertolak menuju Bireuen pada Selasa malam, 9 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 WIB dan tiba pada Rabu pagi (10/12/2025). Setibanya di lokasi, ia langsung berkoordinasi dengan Kepala Pekerja Erection Jembatan, Somat. Erection jembatan adalah proses pemasangan atau perakitan segmen-segmen struktur yang telah diproduksi sebelumnya hingga membentuk rangka jembatan utuh.

“Dari hasil koordinasi, masih ada beberapa komponen jembatan yang kurang. Kami langsung meminta tim teknis melakukan pemilahan dan mengirimkan komponen cadangan Bailey yang tersimpan pasca tsunami,” ujar Mawardi.

Karena kekurangan komponen tersebut, lanjut Mawardi mengutip keterangan Somat, target awal pengoperasian jembatan untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua pada Rabu (10/12/2025) harus mundur sekitar satu hingga dua hari. Meski begitu, seluruh tim terus mengupayakan agar jembatan dapat segera difungsikan.

Mawardi menambahkan bahwa hari ini sisa komponen Bailey dari Dinas PUPR Aceh telah dikirimkan ke Awe Geutah untuk melengkapi kebutuhan pemasangan. 

Baca juga: Truk Sembako Tertahan di Abdya Akibat Tak Ada Solar, Gerakan Pangan Murah Terpaksa Ditunda Besok

Akses ke Bener Meriah Mulai Terbuka

Sementara itu, progres pembukaan akses darat menuju Bener Meriah juga menunjukkan perkembangan signifikan. Atas arahan Sekda Aceh dalam upaya percepatan rehabilitasi bencana hidrometeorologi, dalam dua hari terakhir Dinas PUPR Aceh telah membentuk tim teknis yang di isi para kepala bidang untuk memperkuat tim yang sudah bekerja di lapangan. Tim ini bertugas memberikan masukan teknis penanganan darurat, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempercepat penentuan kebutuhan material untuk memantapkan badan jalan sementara.

Salah satu tim dipimpin oleh Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh, Dr. Ir. Hasrizal Kurnia, ST, MT, yang berhasil menembus jalur Simpang KKA menuju Bener Meriah dengan medan yang ekstrem. Selain itu, tim teknis yang diturunkan sejak 10 hari lalu—dipimpin oleh Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah II, Ir. Rulli Syahreza, ST, MT, dan Ir. Fakhurrazi, ST telah membuka akses hingga titik Camp di STA 3+200 atau kilometer 3,2 pada ruas jalan Batas Aceh Utara–Bandara Rembele. Hasrizal bersama tim baru kemudian melanjutkan pembukaan akses sementara.

Ia menjelaskan bahwa tim berjalan kaki sejauh 12 kilometer melewati jalur sungai dan lokasi longsor, kemudian melanjutkan 2 kilometer berikutnya dengan kendaraan roda dua. Setelah itu, mereka memanfaatkan ruas jalan kabupaten sepanjang 14 kilometer yang sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat hingga mencapai kawasan Bandara Rembele. “Ini bukti bahwa akses sudah mulai terbuka, meskipun masih bersifat darurat dan harus ditempuh dengan berjalan kaki,” jelas Mawardi.

Hasil eksplorasi teknis di lapangan menyimpulkan bahwa jalan darurat harus dibangun menggunakan material berbatu, bukan tanah, agar mampu bertahan terhadap aliran air. Dinas PUPR Aceh telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Bener Meriah, yang menyatakan kesiapan mendukung suplai material batu serta truk pengangkut melalui dukungan masyarakat. Namun demikian, kendala utama masih berkaitan dengan ketersediaan BBM untuk operasional alat berat dan truk.

“Kami telah melaporkan kondisi ini kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda Aceh, serta berharap pasokan BBM dapat segera dipastikan agar jalur ini dapat segera dilalui kendaraan roda empat,” tambahnya.

Kepala Dinas PUPR Aceh itu menargetkan percepatan penyempurnaan akses jalan dan jembatan melalui dukungan lintas sektor, termasuk TNI, pemerintah kabupaten, dan BUMN, demi memulihkan konektivitas serta aktivitas masyarakat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved