Banjir Landa Aceh
Saat Prabowo di Aceh Tamiang, Teriakan Warga Minta Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional
Pak minta tolong boleh pak, tetapkan bencana banjir ini bencana nasional. Izin pak, kami mohon sepuluh jari pak. Mohon Pak Presiden,
Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG - Memasuki hampir 3 pekan paska banjir, Presiden RI Prabowo Subianto, mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, daerah terparah terkena dampak bencana banjir dan longsor, Jumat (12/12/2025) pagi.
Presiden Prabowo datang menggunakan helikopter dari Medan, Sumut.
Setelah berapa jam melihat situasi Kota Kualasimpang dan sekitarnya yang porak-poranda, RI-1 ini kembali terbang menuju Aceh Tengah.
Saat melalui jalan Lintas Nasional dengan Mobil Maung RI 1 warna putih menuju salah titik pengungsian, sebagian masyarakat berulang-ulang meneriakkan, "Pak Presiden tetapkan status banjir Aceh dan Sumatera ini sebagai Bencana Nasional".
Baca juga: Melihat Blang Panjoe dan Pante Lhong Peusangan Bireuen Porak-poranda Dihantam Banjir
Saat itu ribuan masyarakat saat itu tumpah ruah menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto yang tiba ke Kabupaten Bumi Muda Sedia (Aceh Tamiang) sekitar 09.30 WIB.
Usai berapa menit berada di posko korban banjir, Prabowo dan tampak juga Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, kembali melanjutkan agenda kegiatannya melihat-lihat kondisi kota ini yang hancur dihantam banjir.
"Pak minta tolong boleh pak, tetapkan bencana banjir ini bencana nasional. Izin pak, kami mohon sepuluh jari pak. Mohon Pak Presiden, tetapkan sebagai bencana nasional pak," teriak Edi Syahputra, salah seorang warga Aceh Tamiang.
Edi Syahputra adalah aktivis dan juga kini Ketua MPP Pemuda Pancasila Aceh Tamiang yang selama ini gencar menyuarakan kepada Pemerintah Pusat agar banjir bandang dan longsor di Aceh dan Sumatera sebagai Bencana Nasional ini.
Baca juga: Warga Bener Meriah Menangis Depan Prabowo, Saat Presiden ke Pengungsian Korban Banjir Bandang
Selain itu masyarakat juga membentangkan sejumlah poster dari karton yang bertuliskan salah satunya "Kami Butuh Penetapan Bencana Nasional.
Namum, suara teriakan warga itu tidak mendapatkan respon dari Presiden Prabowo, beliau hanya menatap dengan dingin dari atas Mobil Maung RI 1 yang sedang melaju pelan-pelan membelah kerumunan warga di jalan itu.
Di tempat terpisah, Edi Syahputra, kepada sejumlah wartawan yang meminta wawancaranya, mengatakan, banjir yang terjadi tahun 2025 di Kabupaten Aceh Tamiang sangat dahsyat dan di luar kendali siapapun.
Sehingga dirinya menilai sudah sepantasnya bencana banjir di Aceh Tamiang tersebut dinaikkan statusnya menjadi Bencana Nasional oleh Pemerintah Pusat.
Baca juga: Momen Presiden Prabowo Shalat Jumat Bersama Pengungsi di Masjid Al-Abrar Kebayakan Aceh Tengah
Dengan harapan ketika status bencana ini ditingkatkan menjadi bencana nasional.
Supaya dapat membuka ruang untuk siapapun yang mau membantu dan membangun kembali Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh umumnya serta Sumatera.
Ingin suara rakyat didengar presiden
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap |
|
|---|
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-RI-Prabowo-Subianto-tiba-di-Aceh-Tamiang_2025.jpg)