Banjir Landa Aceh
Mantan Bupati Bireuen Mustafa A Glanggang Naik Perahu Antar Bantuan ke Dayah Baro
Akibatnya, mantan Bupati Bireuen, Mustafa A Glanggang, bersama tim relawan harus menggunakan perahu untuk mengantar bantuan ke Desa Dayah Baro
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Mustafa A Glanggang dan tim relawan menggunakan perahu mengantar bantuan ke Desa Dayah Baro setelah Jembatan Pante Lhong putus akibat banjir.
- Lima desa di Peusangan Siblah Krueng dilalui dalam kondisi porak-poranda, dengan lebih dari 100 hektare sawah rusak tertimbun lumpur dan banyak kebun warga hancur.
- Dayah Baro masih terendam, ratusan KK terdampak, peralatan dapur hanyut, dan akses jalan tertutup lumpur tebal hingga 1 meter, sehingga warga sangat membutuhkan bantuan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Putusnya Jembatan Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, membuat akses ke sejumlah desa terputus total.
Akibatnya, mantan Bupati Bireuen, Mustafa A Glanggang, bersama tim relawan harus menggunakan perahu untuk mengantar bantuan ke Desa Dayah Baro, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Rabu (10/12/2025).
Rombongan menyeberangi sungai di kawasan Pante Lhong menuju Desa Kubu dan dilanjutkan ke Dayah Baro.
Mustafa kepada Serambinews.com, Kamis (11/12/2025), menyampaikan bahwa perjalanan menuju Dayah Baro dilakukan melalui lima desa yang terdampak banjir parah.
Sepanjang perjalanan, terlihat hamparan sawah lebih dari 100 hektare telah rata tertutup lumpur.
Pematang sawah tidak lagi terlihat akibat endapan lumpur yang sangat tebal.
Baca juga: Jembatan Krueng Meureudu Dibuka, Akses Lintas Timur Aceh Pulih Bertahap
Menurutnya, kondisi ini membuat lahan pertanian diperkirakan tidak dapat berfungsi selama 3–4 musim tanam ke depan.
Sekretaris Desa Dayah Baro, Almizan, berharap pemerintah membantu rekonstruksi sawah agar kembali dapat diolah.
Lima desa yang dilalui tim relawan menggunakan mobil pikap adalah Desa Kubu, Desa Pante Baro Gle, Desa Pante Baro Kumbang, dan Desa Lueng Daneun, seluruhnya berada di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
Dayah Baro sendiri memiliki penduduk sekitar 586 jiwa dari 171 kepala keluarga.
Hingga saat ini, beberapa rumah warga masih terendam air.
Pada hari pertama hingga hari ketiga banjir, seluruh rumah di desa itu tergenang dengan ketinggian 50 cm hingga lebih dari 1 meter. Banyak peralatan dapur hanyut atau hancur diterjang air.
Baca juga: Momen Haru Prabowo di Bener Meriah, Tenangkan Ibu Korban Banjir yang Menangis Saat Menyalaminya
“Terima kasih Bapak telah mengantarkan bantuan ke desa kami,” ujar Almizan, sembari menunjukkan aktivitas ibu-ibu yang sedang memasak di dapur umum.
Sepanjang perjalanan sekitar 4 kilometer ke Dayah Baro, tampak jelas desa-desa di jalur tersebut porak-poranda.
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas |
|
|---|
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/antar-bantuan-12122025.jpg)