Banjir Landa Aceh
Perwakilan Kemendagri Kunjungi Aceh Selatan, Ini yang Dipaparkan Plt Bupati
Pemerintah pusat mengirim perwakilan dari Kemendagri RI ke Aceh Selatan untuk melakukan monitoring langsung
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Upaya pemulihan pascabencana di Aceh Selatan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Pemerintah pusat mengirim perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia ke Aceh Selatan yakni Kasubdit Toponimi dan Data Wilayah Kemendagri, Abubakar Ali Masruri, yang hadir mewakili Sekjen Kemendagri untuk melakukan monitoring langsung kondisi wilayah terdampak banjir dan longsor.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Plt Bupati Aceh Selatan di ruang kerjanya, Tapaktuan, Jum’at (12/12/2025).
Adapun monitoring ini menjadi langkah strategis dalam memastikan akurasi data kerusakan, memetakan kebutuhan mendesak masyarakat, serta mengevaluasi kelancaran distribusi logistik.
Data hasil peninjauan lapangan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Plt Bupati Aceh Selatan Baital Mukadis yang turut didampingi jajaran BPBD Aceh Selatan, memaparkan secara rinci kondisi terkini pascabencana.
Baca juga: Pemkab Aceh Selatan Gelar Rapat Koordinasi dan Rencana Langkah Strategis
Ia menjelaskan dampak yang terjadi di sejumlah kecamatan, mulai dari rusaknya infrastruktur, terputusnya akses jalan dan jembatan, terjadinya tanah longsor, hingga ratusan rumah warga yang terdampak.
Selain itu, Plt Bupati juga menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat serta kesiapan pemerintah daerah dalam melaksanakan tahapan pemulihan.
“Kami terus bergerak cepat sejak hari pertama bencana. Namun dukungan kementerian dan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk percepatan rehabilitasi, terutama pada sektor infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Plt Bupati.
Menanggapi paparan tersebut, Kasubdit Toponimi dan Data Wilayah Kemendagri, Abubakar Ali Masruri menegaskan bahwa kehadiran Kemendagri merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam memastikan setiap data dan kebutuhan yang muncul benar-benar tervalidasi sehingga kebijakan yang diambil tepat sasaran.
“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan penanganan berjalan terkoordinasi dan fokus pada pemulihan kehidupan masyarakat. Validasi ini penting agar penanganan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat,” ujarnya.
Baca juga: Kata Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Usai Diberhentikan: Pelajaran Berharga untuk Memperbaiki Diri
Pihak Kemendagri juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama Satgas yang sejak awal telah bergerak melakukan penanganan darurat, memastikan keselamatan warga, serta menjaga ketersediaan logistik bagi masyarakat terdampak.
”Dengan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Kemendagri, dan seluruh unsur lintas sektor, proses pemulihan pascabencana diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi warga yang terdampak,” pungkasnya.
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap |
|
|---|
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aceh-selatan_20251212_.jpg)