Banjir Landa Aceh
Dampak Banjir Bandang Ketambe Agara, Dua Desa Gelap Gulita & Terisolasi, Jalan Nasional Masih Putus
Di samping itu, ribuan rumah penduduk rusak serta fasilitas umum, pondok pesantren disapu akibat ganasnya banjir bandang di Sungai Alas Ketambe
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:• Banjir bandang di Kecamatan Ketambe, Agara, menyebabkan tiang listrik PLN tumbang, jalan nasional dan jembatan putus, ribuan rumah rusak, serta 15 warga meninggal dan satu hanyut.• Akibat jalan nasional Agara–Gayo Lues terputus, masyarakat di Desa Simpur Jaya dan Air Kelabu terisolasi dan hingga kini masih mengalami pemadaman listrik.• Bupati LSM LIRA Aceh Tenggara mendesak BPJN Aceh dan BWSS-1 memaksimalkan alat berat agar akses terbuka.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi|Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis 27 November 2025, menyebabkan tiang listrik milik PT PLN tumbang.
Selain itu, jalan nasional dan jembatan putus.
Di samping itu, ribuan rumah penduduk rusak serta fasilitas umum, pondok pesantren disapu akibat ganasnya banjir bandang di Sungai Alas Ketambe yang menjadi wewenang Balai Wilayah Sungai Sumatera -1 itu.
Sedangkan kerusakan jalan Nasional Agara - Gayo Lues menjadi tanggungjawab perbaikan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh.
Dampak bencana banjir bandang yang begitu dahsyat bukan saja menyebabkan 15 warga meninggal dunia dan satu hanyut.
Akan tetapi masyarakat Agara terisolasi khususnya di Desa Simpur Jaya dan Desa Air Kelabu, Kecamatan Ketambe serta masyarakat Gayo Lues akibat jalan nasional penghubung dua kabupaten masih putus.
Baca juga: Update Banjir Bandang Sumatra: Aceh Catat Kerusakan Terbanyak, 153 Fasilitas Kesehatan Rusak
Oleh karena itu kendaraan bermotor tak bisa melintasi jalan utama tersebut.
Kondisi jalan nasional yang masih putus ini tentunya berdampak untuk pemasangan tiang listrik, sehingga dua desa di Kecamatan Ketambe masih padam.
"Kami mendesak pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS-1) untuk maksimalkan alat berat agar petugas PLN dapat mengakses dua desa terisolasi untuk memasang tiang listrik agar pasokan arus listrik ke pelanggan normal kembali dan transportasi Agara- Gayo Lues bisa normal seperti semula.
Alat berat (excavator) kita minta agar ditambah BPJN Aceh dan BWSS agar lebih cepat kerjanya dan lokasi Ketambe jadi prioritas," pinta Bupati LSM LIRA Indonesia Aceh Tenggara, Fazriansyah melalui Serambinews.com, Sabtu (13/12/2025).
Sementara itu, Manager PLN ULP Kutacane, Firwan Moesnadi, kepada Serambinews.com mengatakan, pasokan arus listrik di Kecamatan Ketambe yang terkena banjir bandang belum normal.
Saat ini listrik masih ada pasokan ke pelanggan di Desa Bener Bepapah dan Desa Ketambe dan desa lainnya.
Baca juga: Dirut Bank Aceh Serahkan Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Pidie Jaya
Namun, saat sekarang ini di Kecamatan Ketambe hanya tersisa dua desa yang masih gelap gulita atau pasokan arus listrik dari PLN belum tercapai yakni di Desa Simpur Jaya dan Air Kelabu.
Menurutnya, saat ini yang menjadi kendala pihak PT PLN adalah akses jalan Nasional Agara- Gayo Lues masih putus, sehingga menyulitkan untuk dilintasi membawa tiang listrik ke lokasi-lokasi tersebut. (*)
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas |
|
|---|
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dampak-banjir-13122025.jpg)