Sabtu, 9 Mei 2026

Banjir di Bireuen

Harapan Baru di Tengah Kerusakan, Dua Jalur Utama Aceh Jalan Bireuen - Takengon Segera Tembus

Mereka bekerja tanpa henti, memasang lantai dan panel dinding jembatan agar jalur vital itu bisa kembali hidup.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Ditinjau – Jembatan Teupin Mane lintasan Bireuen – Takengon yang sedang dilakukan penyambungan, Sabtu (13/12/2025) ditinjau Menkopolhukam bersama Bupati Bireuen dan pejabat lainnya. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

Mereka bekerja tanpa henti, memasang lantai dan panel dinding jembatan agar jalur vital itu bisa kembali hidup.

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Di balik hiruk-pikuk alat berat dan dentingan besi yang saling beradu, ada secercah harapan yang mulai terlihat di dua titik krusial jalur transportasi Aceh. 

Setelah berhari-hari terputus akibat banjir dan longsor, upaya penyambungan kembali jalur Bireuen–Takengon dan Banda Aceh–Medan kini memasuki tahap yang semakin menjanjikan.

Di Teupin Mane, Juli, Bireuen, rangka jembatan bailey akhirnya tersambung pada Jumat sore. 

Meski belum bisa dilintasi, pemandangan puluhan personel TNI dari Zipur 16 Indrapuri yang bekerja bahu-membahu bersama tim BPJN Aceh, Satker PJN, dan PPK 3.6 memberi suasana optimistis. 

Mereka bekerja tanpa henti, memasang lantai dan panel dinding jembatan agar jalur vital itu bisa kembali hidup.

“Kalau tidak ada halangan, Insyaallah Senin sudah bisa dilewati,” ujar Febi Lesmana dari BPJN Aceh, Sabtu (13/12/2025). 

Kalimat itu menjadi angin segar bagi warga yang selama ini terisolir dan bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas harian maupun distribusi logistik.

Sementara itu, di Awe Geutah Paya – Teupin Reudeup, Peusangan Selatan, proses penyambungan jembatan baili dengan jembatan rangka baja juga menunjukkan perkembangan berarti. 

Meski penyambungan sudah selesai, pekerjaan belum tuntas. Lantai jembatan masih harus dipasang, dan posisi struktur masih perlu didorong beberapa meter lagi agar benar-benar aman dilintasi.

“Baru sekitar 50 cm yang duduk di abdomen sisi Awe Geutah, minimal harus 3 meter,” jelas Maulizar dari PT Takabeya. 

Namun ia tetap optimis, jika cuaca bersahabat dan pekerjaan lancar, jalur Banda Aceh–Medan diperkirakan bisa kembali dilalui pada Selasa atau Rabu.

Di tengah kondisi darurat yang melanda banyak wilayah, kerja keras para petugas di lapangan menjadi simbol ketangguhan. 

Setiap baut yang dikencangkan, setiap panel yang dipasang, adalah bagian dari upaya memulihkan denyut kehidupan masyarakat Aceh.(*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved