Listrik Padam di Aceh
PLN Banda Aceh Akan Melakukan Manajemen Beban Listrik, Arus Disuplai dari 3 Pembangkit
PLN UP3 Banda Aceh akan menerapkan manajemen beban listrik (pemadaman bergilir) sebagai langkah untuk memasok kelistrikan di wilayah Banda Aceh.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
PLN Banda Aceh Akan Melakukan Manajemen Beban Listrik, Arus Disuplai dari 3 Pembangkit
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - PLN UP3 Banda Aceh akan menerapkan manajemen beban listrik (pemadaman bergilir) sebagai langkah untuk memasok kelistrikan di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya, Sabtu (13/12/2025).
Kebijakan ini dilakukan menyusul belum rampungnya sejumlah infrastruktur kelistrikan pascabencana.
Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN UP3 Banda Aceh, Ahmad Denri Polman, mengatakan bahwa penerapan manajemen beban (pemadaman bergilir) dilakukan karena proses pemulihan teknis masih menunggu penyelesaian tower transmisi Langsa–Pangkalan Brandan yang menjadi bagian penting sistem interkoneksi Sumatera.
“Untuk progres teknis masih menunggu perampungan tower Langsa–Brandan. Kita doakan kiranya bisa sesegera mungkin tersambung,” katanya, dikonfirmasi Serambinews.com.
Selama masa perbaikan berlangsung, PLN memastikan pasokan listrik tetap tersedia dengan mengandalkan tiga sumber pembangkit utama.
Pemadaman bergilir dilakukan dengan mengoptimalkan suplai dari PLTG Arun, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya unit 1, serta Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lueng Bata.
Baca juga: Presiden Prabowo Sebut Perbaikan Listrik di Aceh Bisa Seminggu Lagi: Tapi Jangan Berharap Ya
Menurutnya, pengaturan beban listrik ini dilakukan secara terukur untuk mencegah gangguan yang lebih besar pada sistem kelistrikan, termasuk risiko terjadinya pemadaman total atau blackout.
“Manajemen beban saat ini tetap dilakukan dengan mengadalkan supply Arun, PLTU Nagan 1 dan PLTD Lung Bata,” ujar Ahmad.
PLN juga menyesuaikan distribusi listrik agar pasokan dapat tetap menjangkau wilayah prioritas.
PLN akan terus berupaya mempercepat proses pemulihan dan berkoordinasi dengan unit terkait agar interkoneksi Langsa–Brandan segera berfungsi.
Masyarakat diminta untuk memahami kondisi tersebut dan diharapkan pasokan listrik dapat kembali normal setelah seluruh infrastruktur utama tersambung sepenuhnya.
Presiden Prabowo Sebut Perbaikan Listrik di Aceh Bisa Seminggu Lagi: Tapi Jangan Berharap Ya
Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa pemulihan kelistrikan di Aceh pascabencana banjir dan longsor tidak dapat dilakukan secepat yang diharapkan masyarakat.
Hal itu disampaikan Presiden dalam pernyataan pers Minggu (13/12/2025) usai meninjau warga terdampak banjir di Medan, Sumatera Utara.
Menurut Prabowo, kendala utama pemulihan listrik terletak pada beratnya kerusakan fisik serta kondisi alam yang hingga kini masih menyulitkan proses perbaikan di lapangan.
| Interkoneksi Terhubung, Ini Tahap Pemulihan Listrik Aceh Selanjutnya, Target Normal Dalam 48 Jam |
|
|---|
| Update Listrik di Aceh per Rabu: Kini Sudah Terhubung ke Jaringan Sumatra, PLTU Nagan Mulai Menyala |
|
|---|
| Jalur Interkoneksi Pulih, Dalam 48 Jam ke Depan Listrik Aceh Diperkirakan Bakal Normal Kembali |
|
|---|
| UPDATE Listrik di Aceh, PLN: Penyambungan Kabel Tower Brandan-Langsa Sukses, Arus Siap Dialirkan |
|
|---|
| BREAKING NEWS – Pembangkit Nagan dan Arun Lepas dari Sistem, Listrik Padam di Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ratusan-petugas-PLN-berjibaku-normalkan-listrik.jpg)