Listrik Padam di Aceh

BREAKING NEWS – Pembangkit Nagan dan Arun Lepas dari Sistem, Listrik Padam di Banda Aceh

“Iya, PLTMG Arun dan PLTU Nagan tadi sore tidak bisa menyalurkan daya pembangkit melalui transmisi sampai ke Banda Aceh,”

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
Serambinews.com/HO
PERBAIKI JARINGAN LISTRIK - petugas PLN dikerahkan untuk berjibaku di lapangan, bekerja tanpa henti guna mempercepat penanganan dan penormalan pasokan listrik di Aceh. 

BREAKING NEWS – Pembangkit Nagan dan Arun Lepas dari Sistem, Listrik Padam di Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pasokan listrik di sebagian wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar mengalami pemadaman pada Senin (15/12/2025) sore akibat gangguan pada sistem pembangkitan. 

PLN UP3 Banda Aceh menyampaikan bahwa Pembangkit Listrik Nagan dan Arun mengalami kondisi lepas dari sistem pada pukul 17.00 WIB.

“Pada pukul 17.00 WIB, Pembangkit Listrik Nagan dan Arun mengalami kondisi lepas dari sistem sehingga mengakibatkan pemadaman listrik di sebagian wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar,” demikian pernyataan resmi PLN UP3 Banda Aceh.

PLN menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan pasokan listrik tersebut. 

Saat ini, tim teknis PLN tengah melakukan upaya percepatan penanganan untuk memulihkan sistem kelistrikan dan mengembalikan pasokan listrik secara bertahap.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Tim PLN saat ini sedang melakukan upaya percepatan penanganan agar pasokan listrik dapat segera normal kembali,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga: Bahlil Janjikan Rabu atau Kamis Semua Jaringan Gardu Induk Listrik di Aceh Selesai

Dihubungi Serambinews.com, Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN UP3 Banda Aceh, Ahmad Denri Polman, mengatakan hingga saat ini penyebab teknis gangguan tersebut masih dalam proses penelusuran. 

Namun, gangguan diduga berkaitan dengan ketidakstabilan sistem kelistrikan.

“Iya, PLTMG Arun dan PLTU Nagan tadi sore tidak bisa menyalurkan daya pembangkit melalui transmisi sampai ke Banda Aceh,”

“Penyebab teknisnya secara detail kami belum dapat informasi, tapi bisa jadi disebabkan karena beban, tegangan, dan frekuensi yang tidak stabil,” kata Ahmad.

Bahlil Sebut Banda Aceh Masih Kekurangan 50 MW

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan perkembangan terkini terkait kelistrikan di Aceh kepada Presiden Prabowo Subianto.

Laporan itu disampaikannya dalam Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta pada Senin (15/12/2025) sore.

Dalam laporannya, Bahlil menyebut pasokan listrik untuk Banda Aceh telah mencapai rata-rata 60 megawatt (MW) dari total kebutuhan sekitar 110 MW. Artinya, Banda Aceh masih kekurangan 50 MW.

“Untuk Banda Aceh total kapasitas itu sekitar 110 MW. Alhamdulillah, tadi malam sudah rata-rata 60 MW untuk kebutuhan Banda Aceh sudah tersaluri. Sebagian kita pakai genset,” ujar Bahlil di hadapan Presiden, dilihat Serambinews.com dari tayangn live Youtube Sekretariat Presiden

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved