Minggu, 19 April 2026

Banjir Landa Aceh

Update Kerusakan Banjir Aceh Timur, 52 Orang Meninggal, 6.717 Rumah Rusak Parah

Data terupdate Minggu, 14 Desember 2025, korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Aceh Timur capai 52 jiwa.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Maulidi Alfata
DAMPAK BANJIR - Kondisi Dusun Rantau Panjang, Desa Sijudo, Kabupaten Aceh Timur, usai diterjang banjir bandang, rumah warga dan fasilitas lainnya rusak parah, Minggu (14/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kerusakan dan korban jiwa akibat banjir bandang di Aceh Timur makin bertambah.

Data terupdate Minggu, 14 Desember 2025, korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Aceh Timur capai 52 jiwa.

Korban terus bertambah awalnya terdata hanya 30 orang, kemudian setelah beberapa daerah terisolir bisa ditembus korban jiwa akibat banjir bandang bertambah menjadi 53 jiwa.

Banjir yang merendam Aceh Timur juga menimbulkan sejumlah kerusakan, total 12.871 KK atau 48.120 jiwa, dari 48 ribu jiwa lebih 44.941 jiwa.

Di antaranya harus mengungsi akibat rumahnya terendam dan rusak disapu banjir.

Kerusakan rumah warga juga mencapai 18.374 rumah, 6.717 unit rusak berat, 4.671 unit rusak sedang, dan 7.040 unit rusak ringan.

Baca juga: Aceh Minta Bantuan UNDP dan Unicef, Dampak Banjir Masih Memprihatinkan

Hingga kini, akibat banjir bandang tersebut ada 689 titik pengungsian yang tersebar di seluruh wilayah Aceh Timur.

Data tersebut dapat berubah seiring waktu pendataan, saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus melakukan pendataan terkait kerusakan dan kerugian hingga korban jiwa akibat banjir bandang.

Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, juga sedang mempersiapkan hunian sementara bagi warga yang kehilangan rumah diterjang banjir bandang.

Langkah ini diambil dari tindak lanjut kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir.

Untuk diketahui saat ini, tenda pengungsian  yang dipakai oleh ribuan pengungsi menggunakan terpal seadanya untuk menutupi keluarganya dari matahari dan hujan. 

Mereka terus bertahan di tenda tanpa dinding tersebut sampai 18 hari pascabencana. (*)

Baca juga: Banpres Rp 92 M Masuk Kas Daerah, Pemda Wajib Gerak Cepat Realisasikan Belanja Penanganan Banjir

 

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved