Sabtu, 9 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Nakes Siaga di Kamp Pengungsian Korban Banjir Aceh Timur

Intruksi ini dikeluarkan langsung oleh Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, menyusul dampak parah banjir yang hampir merendam 80

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Maulidi Alfata
PERIKSA KESEHATAN - Seorang tenaga medis sedang memeriksa kesehatan korban banjir di Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur, Minggu (14/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Aceh Timur menginstruksikan tenaga kesehatan untuk siaga penuh dan memaksimalkan layanan di seluruh kamp pengungsian korban banjir.
  • Layanan kesehatan rutin telah disediakan di kamp pengungsian guna memantau dan menangani kondisi kesehatan warga terdampak.
  • Penyakit yang banyak ditangani meliputi demam, diare, penyakit kulit, serta hipertensi pada lansia akibat dampak sanitasi dan cuaca.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Tenaga kesehatan (nakes) diintruksikan untuk standby atau siaga dan maksimalkan layanan di setiap kamp pengungsian korban banjir yang tersebar di wilayah masing-masing di Aceh Timur.

Intruksi ini dikeluarkan langsung oleh Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, menyusul dampak parah banjir yang hampir merendam 80 persen wilayah Aceh Timur.

Serta upaya pemerintah daerah memastikan kesehatan para pengungsi dan warga terdampak tetap terjamin.

"Saya meminta tenaga kesehatan untuk standby di kamp pengungsian agar bisa terus memantau kondisi kesehatan korban banjir dan layani mereka sepenuh hati," kata Bupati. 

Dari pantauan di semua kampus pengungsian di Aceh Timur telah disediakan layanan kesehatan rutin, layannan ini melayani para pengungsi dan warga yang rumahnya terdampak parah akibat bencana.

Seorang perawat yang bertugas di kamp pengungsian, kasus yang ditangani didominasi oleh penyakit sanitasi badan cuaca.

Baca juga: Kepala BNPB Tiba di Lhokseumawe, Wali Kota Sayuti Laporkan Dampak Banjir dan Kebutuhan Mendesak

"Mayoritas masyarakat di sini mengalami demam dan diare. Sementara untuk lansia banyak yang mengalami hipertensi," ungkapnya.

Sementara itu seorang pasien Jasmiati, mengatakan bahwa anak-anak di pengungsian sering mengalami demam dan orang dewasa banyak mengeluhkan penyakit kulit.

"Anak kami sering mengalami demam dan yang dewasa sering gatal-gatal," ujarnya. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved