Minggu, 10 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

1.665 Warga Gandapura, Bireuen Masih Mengungsi

Para pengungsi berasal dari delapan desa yang terdampak banjir dan luapan sungai, dan kini menempati meunasah

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
Beras - Camat Gandapura Bireuen, Azmi SAg, Minggu (14/12/2025) menyerahkan bantuan beras dan lainnya kepada pengungsi di Gandapura, beras serta bantuan lainnya merupakan bantuan Pemkab Bireuen. Serambinews.com/HO 

 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 1.665 jiwa dari 466 kepala keluarga di Kecamatan Gandapura, Bireuen, masih mengungsi hingga Senin (15/12/2025).
  • Mereka berasal dari delapan desa yang terdampak banjir dan luapan sungai, yaitu Samuti Aman, Blang Gurun, Ceubo, Teupin Siron, Ie Rhop, Mon Jambe, Mon Keulayu, dan Samuti Makmur.
  • Para pengungsi menempati meunasah, posko darurat, dan gedung serbaguna karena rumah mereka rusak berat, rusak ringan, atau tertimbun lumpur.
 

 

SERAMBINEWS.COM, Bireuen – Sebanyak 466 kepala keluarga atau 1.665 jiwa warga Kecamatan Gandapura, Bireuen, masih bertahan di lokasi pengungsian hingga Senin (15/12/2025). 

Para pengungsi berasal dari delapan desa yang terdampak banjir dan luapan sungai, dan kini menempati meunasah, posko darurat, serta gedung serbaguna di wilayah setempat.

Delapan desa tersebut meliputi Samuti Aman yang berada di dekat Krueng Tingkeum, aliran Krueng Peusangan; Blang Gurun; Ceubo; Teupin Siron; dan Ie Rhop yang berdekatan dengan aliran Krueng Sawang. 

Selain itu, warga dari Mon Jambe, Mon Keulayu, dan Samuti Makmur juga mengungsi karena lokasi permukiman mereka tidak jauh dari Krueng Tingkeum Kutablang.

Camat Gandapura, Azmi SAg, menyampaikan kondisi terkini saat menyalurkan tambahan bantuan berupa dua ton beras serta sejumlah kebutuhan lainnya kepada para pengungsi. 

Menurutnya, sebagian warga pada siang hari kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur, namun menjelang malam mereka kembali ke posko karena rumah belum layak ditempati.

“Banyak rumah warga mengalami kerusakan berat maupun ringan. Sebagian besar tertimbun endapan lumpur. Kawasan yang paling parah berada di Blang Gurun, Ceubo, Teupin Siron, Samuti Aman, Ie Rhop, dan beberapa desa lainnya,” ujar Azmi.

Baca juga: Wali Nanggroe Aceh Gelar Zikir dan Doa Bersama untuk Korban Banjir Aceh

Ia menambahkan, kondisi Desa Samuti Aman cukup memprihatinkan karena sebagian wilayah permukiman telah berubah menjadi aliran sungai akibat derasnya arus. Warga pun memilih bertahan di meunasah setempat sebagai lokasi pengungsian utama.

Bantuan beras yang disalurkan Pemkab Bireuen merupakan tahap kedua, dengan total dua ton yang dibagikan kepada penanggung jawab posko di masing-masing desa.

Camat Gandapura, Azmi SAg, menyampaikan kondisi tersebut saat mengantar tambahan bantuan berupa dua ton beras serta sejumlah kebutuhan lainnya kepada para pengungsi di delapan desa tersebut. 

Menurutnya, sebagian warga pada siang hari pulang ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur, namun kembali ke posko pada malam hari karena rumah belum layak ditempati.

“Sebagian rumah warga mengalami kerusakan berat maupun ringan. Banyak yang tertimbun endapan lumpur. Kawasan paling parah berada di Blang Gurun, Ceubo, Teupin Siron, Samuti Aman, Ie Rhop, dan beberapa desa lainnya,” ujar Azmi.

Ia menambahkan, kondisi Desa Samuti Aman cukup memprihatinkan karena sebagian permukiman telah berubah menjadi aliran sungai akibat derasnya arus. Warga pun memilih bertahan di meunasah setempat sebagai lokasi pengungsian utama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved