Banjir Landa Aceh
Dua Lembaga PBB Respons Surat Gubernur Aceh, Dukungan Sedang Dikaji
Saat ini, dukungan yang akan diberikan UNDP dan UNICEF masih dalam tahap peninjauan dan pengkajian lebih lanjut.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- UNDP & UNICEF merespons surat resmi Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) terkait permohonan dukungan penanganan dampak banjir bandang & tanah longsor di Aceh.
- Surat tersebut telah diterima kedua lembaga PBB pada Minggu (14/12/2025).
- Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC) menyampaikan bahwa dukungan masih dalam tahap peninjauan & pengkajian lebih lanjut.
- PBB menegaskan tetap memantau situasi bencana dan aktif mendukung pemerintah melalui bantuan teknis di Aceh, Sumut, Sumbar & tingkat nasional.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni, United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) merespons surat resmi Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, terkait permohonan dukungan penanganan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Tanah Rencong.
Saat ini, dukungan yang akan diberikan UNDP dan UNICEF masih dalam tahap peninjauan dan pengkajian lebih lanjut.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Pusat Informasi PBB di Indonesia (United Nations Information Centre/UNIC) dalam keterangannya kepada Serambinews.com, Senin (15/12/2025).
Surat dari Gubernur Aceh tersebut terkonfirmasi sudah diterima oleh UNDP dan UNICEF pada Minggu (14/12/2025) kemarin.
UNIC menyampaikan bahwa PBB di Indonesia terus memantau situasi bencana secara seksama dan tetap terlibat aktif bersama Pemerintah Indonesia dalam mengawal respons darurat di wilayah terdampak.
“Di lapangan sendiri, PBB telah mendukung upaya pemerintah melalui bantuan teknis sesuai dengan mandat program-program yang tengah berlangsung di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, serta bantuan di tingkat nasional melalui kementerian terkait,” tulis UNIC.
Dalam keterangan tersebut PBB juga menegaskan kesiapan untuk memperkuat dukungan tersebut melalui kerja sama yang erat dengan pemerintah.
Upaya ini dilakukan sejalan dengan komitmen PBB dalam mendukung respons darurat yang dipimpin oleh pemerintah nasional dan daerah.
UNIC menyatakan, bahwa UNDP saat ini juga sedang melakukan peninjauan untuk memberikan dukungan terbaik kepada national responders atau tim penanggulangan bencana serta masyarakat terdampak, sejalan dengan mandat UNDP dalam pemulihan dini (early recovery).
Baca juga: Aceh Minta Bantuan UNDP, Unicef, dan IOM
Sama halnya dengan UNDP, UNICEF Indonesia saat ini juga sedang menelaah bidang-bidang dukungan yang diminta melalui koordinasi dengan otoritas terkait, untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas di mana UNICEF dapat berkontribusi.
Bahkan, sejak awal terjadinya banjir, tim UNICEF telah berada di lapangan dan diperkuat dengan tambahan keahlian teknis, khususnya di bidang yang berkaitan dengan kesejahteraan anak.
“UNICEF tetap berkomitmen penuh dan siap memberikan dukungan lebih lanjut terhadap respons yang dipimpin oleh pemerintah, melalui koordinasi yang erat dengan otoritas terkait,” tulis UNIC.(*)
| Sudah Enam Bulan Tinggal di Gubuk Darurat, Puluhan Penyintas Banjir di Aceh Utara Belum Terima DTH |
|
|---|
| Rp 380 M untuk Rehabilitasi Sawah, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/PBB-mulai-kaji-bentuk-dukungan-penanganan-pascabencana-banjir-bandang-dan-tanah-longsor-di-Aceh.jpg)