Banjir Landa Aceh
Salurkan Bantuan, Mahasiswa Unimal Berhasil Terobos Daerah Banjir Parah di Langkahan-Aceh Utara
Kawasan tersebut menjadi salah satu desa yang terparah di Langkahan, setelah dihantam banjir karena tanggul sungai terusan Arakundo di kawasan desa...
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- HIMIPOL Unimal menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir di Geudumbak, Langkahan, Aceh Utara, salah satu desa terparah akibat jebolnya tanggul sungai.
- Bantuan diangkut menggunakan dump truck, hasil solidaritas mahasiswa berdonasi.
- Korlap, Annisa Syakbaniah, memastikan distribusi bantuan (sembako, kebutuhan bayi, air mineral) dilakukan secara terdata & berkoordinasi dengan perangkat desa.
- Warga Geudumbak masih membutuhkan air bersih berkelanjutan, perlengkapan tidur & dukungan kesehatan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMIPOL) Universitas Malikussaleh (Unimal) menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
Kawasan tersebut menjadi salah satu desa yang terparah di Langkahan, setelah dihantam banjir karena tanggul sungai terusan Arakundo di kawasan desa tersebut jebol.
Penyaluran ini menggunakan satu unit dump truck mengingat besarnya volume bantuan yang berhasil dihimpun dari aksi solidaritas mahasiswa.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FISIP Unimal, Dr Taufik Abdullah kepada Serambinews.com, Senin (15/12/2025), menyampaikan, pihak kampus mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang bergerak secara "jemput bola", mulai dari menggalang donasi di jalan hingga door-to-door ke rumah warga.
"Mereka berhasil mengumpulkan bantuan dalam jumlah besar,” ujar Taufik yang juga dosen Ilmu Politik.
Untuk pengangkatan logistik, lanjut Taufik, ia langsung menghubungi alumni Ilmu Politik, Fakrurrazi, yang juga anggota DPRK Aceh Utara pada pukul 03.00 WIB dini hari.
“Beliau merespons cepat dengan menyediakan satu unit dump truck, bahkan, mereka bisa sewa mobil colt dari sumbangan warga,” ungkap Taufik.
Menanggapi dinamika pandangan publik terkait aksi penggalangan dana di jalan, Dr Taufik menegaskan bahwa pihak saya dalam unit Kemahasiswaan di FISIP, tidak seharusnya melarang, namun memberikan arahan ketat.
Sebelum turun ke lokasi, relawan mahasiswa dibekali bimbingan teknis (Bimtek) singkat.
"Kita arahkan agar taat asas, menjaga etika Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan berkoordinasi dengan pimpinan kampus setiap prodi, agar tidak muncul masalah baru.
Sejauh ini, publik percaya karena mahasiswa hadir dengan tulus, bahkan turut menyuarakan kondisi riil warga melalui media sosial," jelas Taufik.
Baca juga: Ribuan Ternak Mati Diseret Banjir di Aceh Utara, Ayahwa: Pemulihan Lama Jika Tak Dibantu Kementerian
Respons Cepat dan Tepat Sasaran
Ketua Umum HIMIPOL, Surya Ananta, menyebut aksi ini sebagai representasi moral mahasiswa politik yang tidak sekadar berkutat pada teori.
Sementara itu, Koordinator Lapangan, Annisa Syakbaniah, memastikan distribusi bantuan (sembako, kebutuhan bayi, air mineral) dilakukan secara terdata.
"Kami memantau ketat dan berkoordinasi langsung dengan perangkat desa setempat agar bantuan tidak hanya sekadar 'datang', tetapi sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan," ujar Annisa.
Dari dialog di lapangan, terungkap bahwa selain logistik pangan, warga Geudumbak saat ini sangat membutuhkan suplai air bersih berkelanjutan, perlengkapan tidur, dan dukungan kesehatan untuk mencegah penyakit pasca-banjir.
Korban Beri Apresiasi
Sementara itu, Koordinator Program Studi Ilmu Politik FISIP Unimal, Teuku Muzaffarsyah, menilai aksi ini sebagai bentuk aplikasi praktis kepemimpinan dan kepekaan sosial mahasiswa.
Keuchik Geudumbak turut menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kehadiran mahasiswa Unimal yang dinilai mampu membangkitkan moral warga untuk bangkit.
“Korban banjir menyambut positif solidaritas dan empati relawan mahasiswa,” jelas Muzaffarsyah.
Posko FISIP Unimal Tanggap Bencana Banjir, berkomitmen menjadikan temuan di lapangan sebagai bahan advokasi dan perencanaan bantuan lanjutan yang lebih terstruktur. (*)
Baca juga: 20 Hari Usai Bencana Belum Ada Pejabat Pusat Datang, Potret Aceh Timur Luluh Lantak Diterjang Banjir
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
| Tinjau Aceh Tamiang, Safrizal ZA Kebut Realisasi Huntap Korban Bencana |
|
|---|
| Pemkab Nagan Sudah Usul Pembangunan Kembali 2 Sekolah Hancur Diterjang Banjir di Beutong Ateuh |
|
|---|
| Tim BNPB Data Lokasi Pembangunan Rumah Korban Banjir di Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/HIMIPOL-Unimal-menyalurkan-bantuan-logistik-bagi-korban-banjir.jpg)