Banjir Landa Aceh
20 Hari Usai Bencana Belum Ada Pejabat Pusat Datang, Potret Aceh Timur Luluh Lantak Diterjang Banjir
"Saat ini di Aceh Timur padam total jaringan internet masih kacau sekali, dan benar tiga kali bapak Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Aceh...
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
"Saat ini di Aceh Timur padam total jaringan internet masih kacau sekali, dan benar tiga kali bapak Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Aceh, di Aceh Tenggara, di Aceh Tamiang dan Kabupaten Bireuen. Namun khusus untuk Kabupaten Aceh Timur teman-teman perlu ketahui bahwa tidak ada seorang pejabat tinggi negara yang datang ke tempat kami," ujarnya.
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Hingga hari ke-20 usai bencana banjir bandan di Aceh Timur yang merusak 18.374 rumah warga dan 48.120 jiwa atau 48 ribu jiwa lebih terdampak, belum ada pejabat pemerintah dari pemerintah pusat yang turun ke Aceh Timur untuk melihat kondisi terkini.
Padahal kondisi kerusakan di Aceh Timur sama parahnya dengan daerah lain.
Bahkan 4 desa hilang akibat diterjang banjir bandang dan 52 orang meninggal dunia serta terdapat 698 titik pengungsian.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, mengungkapkan fakta pahit itu saat diwawancarai media.
Hingga saat ini, dia masih mengerahkan seluruh tenaga untuk bekerja dan memulihkan kondisi Aceh Timur pasca banjir.
"Saat ini di Aceh Timur padam total jaringan internet masih kacau sekali, dan benar tiga kali bapak Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Aceh, di Aceh Tenggara, di Aceh Tamiang dan Kabupaten Bireuen. Namun khusus untuk Kabupaten Aceh Timur teman-teman perlu ketahui bahwa tidak ada seorang pejabat tinggi negara yang datang ke tempat kami," ujarnya.
Bahkan sebelumnya sudah ada jadwal Ketua MPR-RI yang akan berkunjung, namun kemudian pihak Ahmad Muzadi membatalkan kunjungan tersebut.
Meskipun demikian, Al-Farlaky tetap bekerja maksimal menangani korban banjir dan berusaha terus dalam menjangkau wilayah terisolir.
"Dari seluruh kawasan-kawasan yang terisolir, kemarin sore kami sudah bisa menembusnya, meski harus menembus lumpur yang perjalanannya sekitar 9 jam," paparnya.
Baca juga: Antusias Ratusan Warga Korban Banjir di Bireuen Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Kolaborasi USK
Dalam pemaparannya, ia juga menyinggung soal alat berat untuk pembersihan jalan ke wilayah terisolir.
Ia berharap pusat dan provinsi bisa memberikan alat berat tambahan, untuk membersihkan akses jalan menuju ke lokasi wilayah yang masih terisolir.
"Yang sangat menyulitkan kita saat dikerahkan alat berat terjadinya hujan hingga lumpur dan kayu-kayu yang menutupi jalan susah dibersihkan," tuturnya.
Sementara itu, ia juga memaparkan kondisi terkini di kamp pengungsian yang sangat membutuhkan tenda pengungsian, masyarakat berteduh dan mengungsi di bawah terpal yang tidak layak hingga saat ini.
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bekas-pondasi-rumah-masih-berbekas-setelah-diterjang-banjir.jpg)