Aceh Besar
Kemenag Aceh Besar Salurkan 10 Ton Bantuan Korban Banjir hingga ke Daerah Terisolasi
Di Aceh Utara, Yahwa memimpin penyaluran bantuan secara langsung di tujuh desa Kecamatan Langkahan dan satu desa di Jamboe Ayee.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Di Aceh Utara, Yahwa memimpin penyaluran bantuan secara langsung di tujuh desa Kecamatan Langkahan dan satu desa di Jamboe Ayee.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar menyalurkan sekitar 10 ton bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di sejumlah wilayah Aceh, yang difokuskan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Kota Langsa.
Bantuan yang dikemas melalui Kemenag Aceh Besar Peduli ini terdiri atas berbagai kebutuhan dasar, meliputi 2,5 ton beras, 3 ton pakaian layak pakai, 1.000 kaleng tuna siap saji, 8.000 bungkus roti kering, 4.000 bungkus mi instan, 150 dus susu kemasan, 100 dus air mineral, selimut, pakaian dalam, pembalut wanita, dan pampers anak.
“Kami turut berduka atas musibah banjir ini. Tim Kemenag Aceh Besar Peduli mulai safari menyalurkan bantuan sejak 12-15 Desember 2025, menempuh akses jalan Subulussalam - Sidikalang, Sumut, menuju Aceh Tamiang," ujar Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar Saifuddin alias Yahwa, Selasa (16/12/2025).
Yahwa menjelaskan, bantuan sandang dan pangan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar korban selama masa tanggap darurat bencana yang telah diperpanjang Pemerintah Aceh hingga akhir Desember mendatang.
Baca juga: Prabowo, Mualem, Tiga Bupati, dan “Ground Truth”
Ia menyebut daerah-daerah yang disalurkan bantuan berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Selain kerusakan pemukiman penduduk, banjir juga berdampak pada fasilitas publik, lahan pertanian, serta menelan korban jiwa.
Di Aceh Tamiang, Kemenag Aceh Besar menyalurkan bantuan hingga ke Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak.
Daerah ini pelosok dan akses jalan rusak akibat banjir. Harus menempuh perjalanan sekitar dua jam menggunakan roda empat menuju ke sana.
Kondisi desa setempat rusak parah pasca banjir. Rumah milik 160 kepala keluarga di sana rata dengan tanah, jembatan putus, hanya tersisa bangunan Masjid Nurussalam, di kelilingi gelondongan kayu bekas banjir.
"Menurut kepala desa Lubuk Sidup, di sini banjir mulai pada Rabu (26/11/2025), akses jalan putus, membuat mereka terisolasi 11 hari.
Baru beberapa hari ini saja mobil bisa masuk untuk antar bantuan," ujar Yahwa.
Untuk korban banjir Langsa dan Aceh Timur, Tim Kemenag Aceh Besar Peduli menitipkan bantuan kamanusiaan melalui kantor Kemenag masing-masing daerah.
Di Aceh Utara, Yahwa memimpin penyaluran bantuan secara langsung di tujuh desa Kecamatan Langkahan dan satu desa di Jamboe Ayee.
| Kemenag Aceh Besar dan Disdukcapil Tandatangani Kerja Sama Layanan Nikah |
|
|---|
| MTs Samudera Pasai Madani Raih Juara Umum Porseni IV se-Aceh Besar |
|
|---|
| Aceh Besar Potensi Hujan Lebat Awal Pekan, Ini Prakiraan Cuaca Menurut BMKG |
|
|---|
| Haflah Takhrij Angkatan ke-27, Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa Lepas 263 Wisudawan |
|
|---|
| SMPN 1 Darul Imarah Targetkan Siswa Khatam Al-Qur’an dan Hafal Juz 30 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Abes012.jpg)