Banjir Landa Aceh
Jambo Aye dan Langkahan Jadi Kecamatan Terbanyak Mati Sapi dan Kambing Disapu Banjir Bandang
Informasi yang diperoleh Serambinews.com, di Kecamatan Langkahan mencatat kematian 2.500 ekor sapi dan 3.500 ekor kambing, menjadikannya wilayah...
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Langkahan tercatat sebagai dua wilayah dengan jumlah kematian sapi dan kambing terbanyak, akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada November 2025.
Data sementara Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara menunjukkan ribuan ternak warga di dua kecamatan tersebut mati terseret arus banjir.
Informasi yang diperoleh Serambinews.com, di Kecamatan Langkahan mencatat kematian 2.500 ekor sapi dan 3.500 ekor kambing, menjadikannya wilayah dengan angka kematian ternak tertinggi di Aceh Utara.
Sementara itu, Kecamatan Tanah Jambo Aye mencatat kematian 1.695 ekor sapi dan 5.089 ekor kambing, angka tertinggi untuk kematian ternak kambing akibat banjir.
Selain dua kecamatan tersebut, sejumlah wilayah lain juga mengalami dampak signifikan.
Kecamatan Pirak Timu mencatat kematian 548 ekor sapi dan 486 ekor kambing, disusul Lhoksukon dengan 668 ekor sapi dan 82 ekor kambing.
Kecamatan Baktiya Barat juga mencatat kematian ratusan ekor ternak, termasuk 526 ekor sapi dan 134 ekor kambing.
Secara keseluruhan, banjir bandang menyebabkan kematian ternak dalam jumlah besar di 27 kecamatan di Aceh Utara.
Total ternak mati meliputi 7.799 ekor sapi, 11.379 ekor kambing, dan 1.608 ekor domba.
Sektor unggas juga terdampak parah, dengan kematian 38.305 ekor ayam dan 21.943 ekor itik.
Tidak terdapat laporan kematian ternak kerbau dalam pendataan sementara tersebut.
Kematian ternak terjadi akibat kandang terendam banjir, ternak terseret arus deras, serta keterbatasan pakan dan meningkatnya risiko penyakit pascabanjir.
Baca juga: Di Depan Bupati Aceh Utara, Kepala BNPB Janji Bangun Huntara dan Infrastruktur Saat Tinjau Banjir
Kondisi ini memperberat beban ekonomi masyarakat, khususnya peternak yang menggantungkan hidup dari sektor peternakan dan pertanian.
“Pendataan masih berjalan karena di beberapa wilayah akses belum sepenuhnya pulih. Data ini akan terus diperbarui sesuai hasil verifikasi petugas di lapangan,” ujar Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa kepada Serambinews.com, Selasa (16/12/2025).
Besarnya jumlah ternak yang mati akibat banjir bandang ini berpotensi menimbulkan dampak lanjutan terhadap ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat Aceh Utara.
“Karena itu kita harapkan Pemerintah Pusat segera menyiapkan langkah pemulihan, termasuk bantuan pakan, bibit ternak, serta stimulus ekonomi bagi peternak terdampak agar aktivitas peternakan dapat kembali berjalan,” pungkas Ayahwa.(*)
Baca juga: Tinjau Lokasi Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Kepala BNPB Singgung Pembangunan Hunian Sementara
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap |
|
|---|
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Aceh-Utara-Ismail-A-Jalil-yang-akrab-disapa-Ayahwa.jpg)