Senin, 11 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Jambo Aye dan Langkahan Jadi Kecamatan Terbanyak Mati Sapi dan Kambing Disapu Banjir Bandang

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, di Kecamatan Langkahan mencatat kematian 2.500 ekor sapi dan 3.500 ekor kambing, menjadikannya wilayah...

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Langkahan tercatat sebagai dua wilayah dengan jumlah kematian sapi dan kambing terbanyak, akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada November 2025.

Data sementara Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara menunjukkan ribuan ternak warga di dua kecamatan tersebut mati terseret arus banjir.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, di Kecamatan Langkahan mencatat kematian 2.500 ekor sapi dan 3.500 ekor kambing, menjadikannya wilayah dengan angka kematian ternak tertinggi di Aceh Utara.

Sementara itu, Kecamatan Tanah Jambo Aye mencatat kematian 1.695 ekor sapi dan 5.089 ekor kambing, angka tertinggi untuk kematian ternak kambing akibat banjir.

Selain dua kecamatan tersebut, sejumlah wilayah lain juga mengalami dampak signifikan.

Kecamatan Pirak Timu mencatat kematian 548 ekor sapi dan 486 ekor kambing, disusul Lhoksukon dengan 668 ekor sapi dan 82 ekor kambing.

Kecamatan Baktiya Barat juga mencatat kematian ratusan ekor ternak, termasuk 526 ekor sapi dan 134 ekor kambing.

Secara keseluruhan, banjir bandang menyebabkan kematian ternak dalam jumlah besar di 27 kecamatan di Aceh Utara.

Total ternak mati meliputi 7.799 ekor sapi, 11.379 ekor kambing, dan 1.608 ekor domba.

Sektor unggas juga terdampak parah, dengan kematian 38.305 ekor ayam dan 21.943 ekor itik.

Tidak terdapat laporan kematian ternak kerbau dalam pendataan sementara tersebut.

Kematian ternak terjadi akibat kandang terendam banjir, ternak terseret arus deras, serta keterbatasan pakan dan meningkatnya risiko penyakit pascabanjir.

Baca juga: Di Depan Bupati Aceh Utara, Kepala BNPB Janji Bangun Huntara dan Infrastruktur Saat Tinjau Banjir

Kondisi ini memperberat beban ekonomi masyarakat, khususnya peternak yang menggantungkan hidup dari sektor peternakan dan pertanian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved