Kamis, 30 April 2026

Banjir Landa Aceh

Bupati Agara Minta BPJN Aceh dan BWS Tambah Alat Berat, Desak Jalan Agara–Gayo Lues Segera Tembus

Hal serupa juga diminta dilakukan di Sungai Lawe Bulan yang mengalami pendangkalan akibat material bawaan banjir.

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/ASNAWI LUWI
BPJN Aceh dan BWSS 1 rapat koordinasi dengan Forkompinda Agara dan OPD terkait dalam penanganan banjir bandang di Opprom Setdakab Aceh Tenggara, Selasa (16/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, SE, MM, meminta BPJN Aceh dan BWSS I untuk menambah dan mengoptimalkan alat berat di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Ketambe.
  • Diketahui, ruas jalan nasional Simpur Jaya–Rumah Bundar telah terputus selama hampir 20 hari pascabanjir bandang dan hingga kini belum dapat dilalui kendaraan bermotor.
  • Bupati juga meminta BWSS I melakukan penanganan material kayu gelondongan dan bebatuan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lawe Alas
 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi|Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Bupati Aceh Tenggara (Agara), M. Salim Fakhry, SE, MM, meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) I untuk menambah dan mengoptimalkan alat berat di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Ketambe.

Permintaan tersebut disampaikan Bupati saat rapat koordinasi penanganan bencana alam bersama Forkopimda, BWSS I, BPJN Aceh, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Aceh Tenggara di Oproom Setdakab, Selasa (16/12/2025).

“BWSS I dan BPJN Aceh kita minta menambah alat berat excavator dan lainnya di lokasi, agar jalan nasional yang putus dari Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, menuju Rumah Bundar perbatasan Gayo Lues bisa segera tembus. Dengan begitu kendaraan dari Aceh Tenggara ke Gayo Lues dapat kembali beroperasi membawa bantuan. Saat ini harga sembako di Agara sudah mulai merangkak naik,” ujar Salim Fakhry.

Diketahui, ruas jalan nasional Simpur Jaya–Rumah Bundar telah terputus selama hampir 20 hari pascabanjir bandang dan hingga kini belum dapat dilalui kendaraan bermotor.

Baca juga: Tanah Lumpur Banjir Pidie Jaya Kian Padat, Kubur Rumah Warga, Pemkab Siapkan Lahan

Selain itu, Bupati juga meminta BWSS I melakukan penanganan material kayu gelondongan dan bebatuan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lawe Alas agar dikumpulkan di satu titik guna mengantisipasi bencana susulan.

Hal serupa juga diminta dilakukan di Sungai Lawe Bulan yang mengalami pendangkalan akibat material bawaan banjir.

“Kami minta BPJN Aceh dan BWSS I berkoordinasi dengan BPBD Aceh Tenggara agar akses jalan nasional dan jembatan yang putus bisa segera dilalui kendaraan. Sejumlah jembatan seperti Jembatan Salim Pipit di Kecamatan Babul Rahmah, Jembatan Natam, dan Jembatan Mbarung saat ini terputus. Sementara Jembatan Silayakh Pedesi di Kecamatan Bambel menuju Lawe Alas nyaris putus dan sudah ditangani,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Tenggara, Dr. Denny Febrian Roza, mengusulkan agar BPJN Aceh dan BWSS I membangun jembatan alternatif Bailey di Jembatan Natam, Kecamatan Darul Hasanah.

“Jembatan Natam lebih banyak dilalui masyarakat dibandingkan Jembatan Mbarung. Akibat jembatan putus, warga harus memutar jauh melalui Jembatan Silayakh Pedesi. Dampaknya, hasil pertanian seperti durian dan jagung menjadi murah dan terancam busuk,” katanya.

Baca juga: Pemerintah Diminta Bentuk Satgas Rehab Rekon

Bupati Aceh Tenggara menambahkan, penanganan oprit Jembatan Silayakh Pedesi harus segera diselesaikan agar kerusakan tidak meluas.

 “Jika sampai empat jembatan putus, maka empat kecamatan akan terisolir,” tegasnya.

Staf Ahli Bupati Setdakab Aceh Tenggara, Hattarudin, menilai penanganan jalan nasional oleh BPJN Aceh masih lamban.

Ia juga meminta BWSS I melakukan normalisasi sungai guna mencegah kerusakan lebih lanjut akibat derasnya aliran Sungai Alas saat banjir bandang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved