Breaking News
Senin, 20 April 2026

Banjir Landa Aceh

Jalan Nasional di Agara Masih Berdebu, Korban Banjir Bandang Ketambe Terserang ISPA dan Diare

Banyak warga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), gatal-gatal, diare, hingga asam lambung.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/ASNAWI LUWI
KORBAN BANJIR - Pasien korban banjir bandang sedang dirawat di Posko kesehatan Laklak Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Selasa (16/12/2025). 

Ringkasan Berita:
 
  • Material tanah yang terbawa luapan Sungai Alas saat banjir bandang hingga kini masih menempel di badan jalan.
  • Kondisi tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat korban dan warga terdampak banjir.
  • Banyak warga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), gatal-gatal, diare, hingga asam lambung.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi|Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Memasuki hari ke-20 pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, kondisi Jalan Nasional masih dipenuhi debu dan sisa material lumpur.

Material tanah yang terbawa luapan Sungai Alas saat banjir bandang hingga kini masih menempel di badan jalan.

Kondisi tersebut berdampak pada kesehatan masyarakat korban dan warga terdampak banjir.

Banyak warga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), gatal-gatal, diare, hingga asam lambung.

Kepala Puskesmas Jambur Lak-Lak, Nelly Afni, SKM, mengatakan jumlah pasien yang datang berobat setiap hari mencapai 60 hingga 70 orang.

“Korban banjir yang berobat setiap harinya sekitar 60 sampai 70 orang. Mayoritas menderita ISPA, gatal-gatal, dan beberapa penyakit lainnya,” ujar Nelly Afni kepada Serambinews.com, Selasa (16/12/2025).

Baca juga: Bupati Agara Minta BPJN Aceh dan BWS Tambah Alat Berat, Desak Jalan Agara–Gayo Lues Segera Tembus

Untuk menangani korban banjir bandang, Dinas Kesehatan membuka lima posko kesehatan yang tersebar di sejumlah desa, yakni Desa Bener Bepapah, Desa Leuser, Desa Ketambe, Desa Simpur Jaya, dan Desa Lak-Lak.

Selain itu, dua unit ambulans telah disiagakan di lokasi bencana.

Tenaga medis juga diperkuat dengan empat orang dokter yang bertugas di posko-posko kesehatan tersebut.

Nelly Afni menambahkan, ketersediaan obat-obatan hingga saat ini masih mencukupi untuk melayani para pasien.

Namun, terdapat beberapa korban banjir bandang yang harus dirujuk ke RSUD Sahuddin Kutacane karena memiliki penyakit bawaan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Untuk obat-obatan masih aman. Ada juga beberapa pasien yang dirujuk ke RSUD Sahuddin Kutacane karena penyakit bawaan,” pungkasnya.

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved