Banjir Landa Aceh
Bupati Aceh Timur Terjebak di Perbatasan Aceh Tamiang Saat Menuju Simpang Jernih Pascabanjir
Simpang Jernih menjadi salah satu wilayah yang belum sempat dikunjungi Bupati setelah bencana.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Faisal Zamzami
Jarak menuju Simpang Jernih masih sekitar 2–3 kilometer.
Baca juga: Musibah Banjir, Haji Uma dan GAB tetap Fasilitasi Pemulangan Jenazah Warga Aceh Timur dari Malaysia
Bupati Al-Farlaky mengungkapkan, salah satu kendaraan sempat mengalami gangguan rem sehingga terjadi benturan ringan.
“Mengingat kondisi sudah gelap, kami memilih bermalam di sini dan melanjutkan perjalanan besok,” ujar Bupati.
Target awal Bupati adalah menjangkau tiga desa terdampak, yakni Batu Sumbang, Batu Kera, Bidari, dan Rantau Panjang.
Namun, Desa Rantau Panjang hingga kini masih terisolir.
Bupati berjanji akan tetap berusaha menerobos wilayah terdampak, bahkan dengan menggunakan sepeda motor trail bersama komunitas trail untuk menjangkau desa yang sulit.
“Besok kita targetkan minimal dua desa harus bisa kita tembus. Misi kemanusiaan ini tetap kita lanjutkan,” pungkas Bupati Al-Farlaky.(*)
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas |
|
|---|
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Aceh-Timur-Iskandar-Usman-menyapa-bocah-dDesa-Pante-Kera-Kecamatan-Simpang-Jernih.jpg)