Senin, 18 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Bupati Aceh Timur Terjebak di Perbatasan Aceh Tamiang Saat Menuju Simpang Jernih Pascabanjir

Simpang Jernih menjadi salah satu wilayah yang belum sempat dikunjungi Bupati setelah bencana.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
TINJAU KORBAN BANJIR - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky sedang menyapa bocah di Desa Pante Kera,.Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, yang sedang duduk di atas puing tumpukan kayu bersama ibunya, akibat banjir bandang yang melanda kawasan pedalaman tersebut. Bupati Al-Farlaky disambut haru warga setempat. Selasa (16/12/2025). 

 Jarak menuju Simpang Jernih masih sekitar 2–3 kilometer.

Baca juga: Musibah Banjir, Haji Uma dan GAB tetap Fasilitasi Pemulangan Jenazah Warga Aceh Timur dari Malaysia

Bupati Al-Farlaky mengungkapkan, salah satu kendaraan sempat mengalami gangguan rem sehingga terjadi benturan ringan.

“Mengingat kondisi sudah gelap, kami memilih bermalam di sini dan melanjutkan perjalanan besok,” ujar Bupati.

Target awal Bupati adalah menjangkau tiga desa terdampak, yakni Batu Sumbang, Batu Kera, Bidari, dan Rantau Panjang.

Namun, Desa Rantau Panjang hingga kini masih terisolir.

Bupati berjanji akan tetap berusaha menerobos wilayah terdampak, bahkan dengan menggunakan sepeda motor trail bersama komunitas trail untuk menjangkau desa yang sulit.

“Besok kita targetkan minimal dua desa harus bisa kita tembus. Misi kemanusiaan ini tetap kita lanjutkan,” pungkas Bupati Al-Farlaky.(*)

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved