Rabu, 15 April 2026

Banjir Landa Aceh

Bupati Aceh Timur Terjebak di Perbatasan Aceh Tamiang Saat Menuju Simpang Jernih Pascabanjir

Simpang Jernih menjadi salah satu wilayah yang belum sempat dikunjungi Bupati setelah bencana.

|
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
TINJAU KORBAN BANJIR - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky sedang menyapa bocah di Desa Pante Kera,.Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, yang sedang duduk di atas puing tumpukan kayu bersama ibunya, akibat banjir bandang yang melanda kawasan pedalaman tersebut. Bupati Al-Farlaky disambut haru warga setempat. Selasa (16/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Rombongan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengalami kendala perjalanan saat menempuh misi kemanusiaan pascabanjir dan longsor ke Kecamatan Simpang Jernih.
  • Sebanyak 24 kendaraan roda empat membawa rombongan berangkat dari Pendopo Bupati Idi, Senin (16/12/2025), menuju wilayah pedalaman yang terdampak bencana.
  • Simpang Jernih menjadi salah satu wilayah yang belum sempat dikunjungi Bupati setelah bencana.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, ACEH TIMUR – Rombongan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengalami kendala perjalanan saat menempuh misi kemanusiaan pascabanjir dan longsor ke Kecamatan Simpang Jernih.

Sebanyak 24 kendaraan roda empat membawa rombongan berangkat dari Pendopo Bupati Idi, Senin (16/12/2025), menuju wilayah pedalaman yang terdampak bencana.

Simpang Jernih menjadi salah satu wilayah yang belum sempat dikunjungi Bupati setelah bencana.

Wilayah pedalaman lainnya sebelumnya telah berhasil dijangkau dan dikunjungi langsung oleh Bupati Al-Farlaky.

Akses darat menuju Simpang Jernih pascabanjir masih belum sepenuhnya terbuka.

Informasi terkait jalur darat baru diterima Bupati pada Minggu (14/12/2025).

Meski belum dapat hadir secara fisik, pemerintah daerah tetap menyalurkan bantuan cepat tanggap ke wilayah tersebut melalui jalur sungai menggunakan kapal motor masyarakat dan jalur udara dengan helikopter.

Baca juga: Upaya Menembus Daerah Terisolir Terus Dilakukan Bupati Aceh Timur Al-Farlaky

Rombongan bertolak dari Idi menuju Aceh Tamiang sekitar pukul 13.00 WIB, melewati Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Normalnya, perjalanan darat dari Idi ke Simpang Jernih dapat ditempuh 4–5 jam, namun banjir yang melanda Langsa dan Tamiang membuat kondisi jalur darat terganggu.

Memasuki kawasan Simpang Semadam, rombongan melewati Desa Babo, salah satu desa terdampak paling parah.

Tingginya air banjir bahkan menutupi atap rumah warga.

Rombongan sempat berhenti di lokasi sebelum melanjutkan perjalanan, dan unsur Muspika Simpang Jernih menjemput rombongan untuk menuntun perjalanan secara perlahan.

Namun, pada pukul 20.24 WIB, rombongan terpaksa berhenti di Dusun Serkil, Desa Batu Bedulang, Kecamatan Bandar Pusaka, karena kondisi jalan yang terjal, berlumpur, dan gelap.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved