Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Jembatan Putus, Tim SAR Polairud Prioritaskan Seberangkan Pasien Urgensi dan Jenazah

Dengan perahu karet yang terus bergerak bolak-balik, tim ini memprioritaskan penyebrangan pasien yang membutuhkan penanganan

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
Tim SAR Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Pol Airud) Polres Lhokseumawe bersama personel Direktorat Polairud Polda Aceh membantu penyebrangan pasien di lintasan Sungai Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Di balik derasnya arus Sungai Krueng Tingkeum dan putusnya Jembatan Kuta Blang yang memutus akses warga, ada pemandangan yang menghangatkan hati. 

Sejak Rabu (17/12/2025), Tim SAR Polairud Polres Lhokseumawe bersama personel Direktorat Polairud Polda Aceh menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat yang terjebak di dua sisi sungai.

Dengan perahu karet yang terus bergerak bolak-balik, tim ini memprioritaskan penyebrangan pasien yang membutuhkan penanganan medis segera serta jenazah yang harus dibawa pulang keluarga. 

Di tengah situasi darurat, mereka memastikan hak-hak kemanusiaan tetap terjaga.

Sejak pukul 10.30 WIB, para personel yang dipimpin Kasat Pol Airud Polres Lhokseumawe, IPTU Edwin, bekerja tanpa jeda di bawah jembatan yang kini hanya menyisakan rangka. 

Baca juga: Korban Banjir di Aceh Timur Bertambah 55 Orang Meninggal Dunia, 596 Jiwa Luka-luka

Lima personel Sat Pol Airud Polres Lhokseumawe dan empat personel Dit Polairud Polda Aceh bahu-membahu menembus derasnya arus sungai.

Bukan hanya pasien dan jenazah, tim SAR juga menjadi penghubung bagi relawan, tenaga medis, serta bantuan logistik berupa sembako yang harus segera dikirimkan ke wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.

Di tengah kesibukan itu, IPTU Edwin menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama.

“Dalam kondisi akses terputus akibat banjir, kami memprioritaskan penyebrangan pasien urgensi dan jenazah agar masyarakat tetap merasa aman,” ujarnya.

Arus sungai yang masih deras membuat setiap perjalanan penuh kehati-hatian. 

Namun kehadiran tim SAR Polairud di lokasi membuat warga merasa lebih tenang. 

Banyak yang mengaku lega melihat aparat hadir langsung, bukan hanya mengatur, tetapi ikut mengangkat, memegang, dan memastikan setiap orang tiba dengan selamat.

Di tengah bencana yang memutus jalan dan memisahkan keluarga, para personel Polairud menjadi jembatan sementara—bukan dari beton, tetapi dari kepedulian. 

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa di saat-saat paling sulit, negara tetap hadir melalui tangan-tangan yang bekerja tanpa banyak kata.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved