Berita Lhokseumawe
Jembatan Putus, Tim SAR Polairud Prioritaskan Seberangkan Pasien Urgensi dan Jenazah
Dengan perahu karet yang terus bergerak bolak-balik, tim ini memprioritaskan penyebrangan pasien yang membutuhkan penanganan
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nur Nihayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Di balik derasnya arus Sungai Krueng Tingkeum dan putusnya Jembatan Kuta Blang yang memutus akses warga, ada pemandangan yang menghangatkan hati.
Sejak Rabu (17/12/2025), Tim SAR Polairud Polres Lhokseumawe bersama personel Direktorat Polairud Polda Aceh menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat yang terjebak di dua sisi sungai.
Dengan perahu karet yang terus bergerak bolak-balik, tim ini memprioritaskan penyebrangan pasien yang membutuhkan penanganan medis segera serta jenazah yang harus dibawa pulang keluarga.
Di tengah situasi darurat, mereka memastikan hak-hak kemanusiaan tetap terjaga.
Sejak pukul 10.30 WIB, para personel yang dipimpin Kasat Pol Airud Polres Lhokseumawe, IPTU Edwin, bekerja tanpa jeda di bawah jembatan yang kini hanya menyisakan rangka.
Baca juga: Korban Banjir di Aceh Timur Bertambah 55 Orang Meninggal Dunia, 596 Jiwa Luka-luka
Lima personel Sat Pol Airud Polres Lhokseumawe dan empat personel Dit Polairud Polda Aceh bahu-membahu menembus derasnya arus sungai.
Bukan hanya pasien dan jenazah, tim SAR juga menjadi penghubung bagi relawan, tenaga medis, serta bantuan logistik berupa sembako yang harus segera dikirimkan ke wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.
Di tengah kesibukan itu, IPTU Edwin menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama.
“Dalam kondisi akses terputus akibat banjir, kami memprioritaskan penyebrangan pasien urgensi dan jenazah agar masyarakat tetap merasa aman,” ujarnya.
Arus sungai yang masih deras membuat setiap perjalanan penuh kehati-hatian.
Namun kehadiran tim SAR Polairud di lokasi membuat warga merasa lebih tenang.
Banyak yang mengaku lega melihat aparat hadir langsung, bukan hanya mengatur, tetapi ikut mengangkat, memegang, dan memastikan setiap orang tiba dengan selamat.
Di tengah bencana yang memutus jalan dan memisahkan keluarga, para personel Polairud menjadi jembatan sementara—bukan dari beton, tetapi dari kepedulian.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa di saat-saat paling sulit, negara tetap hadir melalui tangan-tangan yang bekerja tanpa banyak kata.
Tim SAR
Satpolairud
Seberangkan Pasien Urgensi dan Jenazah
Serambinews.com
Serambi Indonesia
Banjir di Lhokseumawe
jembatan putus digerus banjir
| Cegah Muncul Titik Api Baru di Tumpukan Kayu Bekas Banjir di Sawang, Ini Upaya Polres Lhokseumawe |
|
|---|
| Cuaca di Lhokseumawe Panas Menyengat, Ini Prediksi Cuaca Sebagian Aceh Hingga Tiga Hari Kedepan |
|
|---|
| Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Sawang Aceh UtaraTerbakar |
|
|---|
| KSM Lhokseumawe Sembelih 6 Hewan Kurban |
|
|---|
| Komunitas Seni Minang di Lhokseumawe Potong 6 Hewan Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-SAR-181205.jpg)